Keren, Mahasiswa ISTN Berhasil Kembangkan Sistem Absensi Berbasis IOT Tervalidasi
Selasa, 21 Maret 2023 - 21:22 WIB
loading...
A
A
A
"Lokasi penempatan menunjukkan alat ini dipasang di alamat mana, sehingga mudah terlacak lokasi alat, tema, dan dengan tujuan apa alat tersebut digunakan," katanya.
Hingga aplikasi ini dibuat, kata dia, sistem sudah dikembangkan sampai tahap input data dari sidik jari pengguna. Keunggulan lain alat ini adalah kemampuan yang teruji dipasang pada kondisi lapangan yang super sibuk/crowded.
"Misalnya, membantu petugas di lapangan saat ada PAM keamanan, yang misal selama ini menggunakan teknologi absen manual atau layanan aplikasi WAG," imbuhnya.
Bagaimana caranya? Tim Pengarah Sistem Absensi Terbarukan, Andi Suprianto menjelaskan, cukup mengubah kode awal file.txt di SDCARD berupa nama SSID, password SSID, dan SN alat. Setelah itu alat secara otomatis sudah mampu bekerja di lapangan.
Karena itu, meski layanan internet tidak tersedia di lapangan, kata Andi, sistem alat akan otomatis me-record data ke dalam SD card yang disediakan. "Baru saat kembali ke kantor atau yang ada jaringan, file dapat di-import ke dalam aplikasi/database server," katanya.
Andi yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) ISTNl menambahkan, alat yang dibuat Luthfi Alkhafid sudah layak diterapkan di industri.
Sebab, bila hanya menggunakan teknologi face detection, maka kebutuhan waktu, memori, dan spesifikasi client/server adalah sangat tinggi. Image processing yang lama juga sistem belum dapat membedakan secara baik jika ada kasus wajah yang memang serupa.
Hingga aplikasi ini dibuat, kata dia, sistem sudah dikembangkan sampai tahap input data dari sidik jari pengguna. Keunggulan lain alat ini adalah kemampuan yang teruji dipasang pada kondisi lapangan yang super sibuk/crowded.
"Misalnya, membantu petugas di lapangan saat ada PAM keamanan, yang misal selama ini menggunakan teknologi absen manual atau layanan aplikasi WAG," imbuhnya.
Bagaimana caranya? Tim Pengarah Sistem Absensi Terbarukan, Andi Suprianto menjelaskan, cukup mengubah kode awal file.txt di SDCARD berupa nama SSID, password SSID, dan SN alat. Setelah itu alat secara otomatis sudah mampu bekerja di lapangan.
Karena itu, meski layanan internet tidak tersedia di lapangan, kata Andi, sistem alat akan otomatis me-record data ke dalam SD card yang disediakan. "Baru saat kembali ke kantor atau yang ada jaringan, file dapat di-import ke dalam aplikasi/database server," katanya.
Andi yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) ISTNl menambahkan, alat yang dibuat Luthfi Alkhafid sudah layak diterapkan di industri.
Sebab, bila hanya menggunakan teknologi face detection, maka kebutuhan waktu, memori, dan spesifikasi client/server adalah sangat tinggi. Image processing yang lama juga sistem belum dapat membedakan secara baik jika ada kasus wajah yang memang serupa.
Lihat Juga :