3 Dosen Unpad Berbagi Pengalaman Tembus Publikasi Ilmiah Bertaraf Internasional
Senin, 17 April 2023 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Herlina Marta menambahkan, untuk dapat lolos publikasi riset, maka riset yang dilakukan juga harus kuat. Unpad pun sudah mempermudah untuk memfasilitasi riset dan penulisan publikasi. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak menulis untuk publikasi riset. “Unpad saya rasa sangat mendukung,” ujarnya.
Senada dengan Arif, Herlina mengatakan bahwa kebaruan dalam metode pengembangan suatu produk juga dapat menjadi daya tarik dari artikel. Herlina selama ini banyak meneliti mengenai modifikasi pati dari umbi-umbian lokal, dan ia banyak menemukan potensi dari umbi lokal yang belum ditemukan peneliti lain. “Kita gali potensi dari komoditi lokal bisa jadi suatu novelty juga,” ujar Herlina.
Baca juga: Tim Peneliti Universitas Pertamina Teliti Cara Manfaatkan Ampas Kelapa Jadi Biodiesel
Herlina menambahkan, selain kebaruan, dibutuhkan juga kemampuan dalam membahas dan menyajikan data dalam artikel yang ditulis. “Jadi kita membahas data-data yang bunyinya itu apa. Dari data kita itu yang menarik itu yang kita tonjolkan. Jadi orang dapat informasi yang selama ini mungkin belum mereka dapat bisa dengan membaca paper kita,” ujarnya.
Sementara itu, Syariful menekankan pentingnya meyakinkan reviewer atau pembaca bahwa riset yang dilakukan benar-benar menarik. Ia mengatakan bahwa banyak peneliti yang kesulitan meramu data agar menarik dalam proses pengenalan artikel.
Keterbatasan alat penelitian pun tidak menjadi hambatan untuk membuat penelitian tersebut menarik untuk terpublikasi.
“Dengan alat sederhana pun, dengan penampilan yang baik, dengan data yang saling menunjang satu data dengam data lain akhirnya komprehensif itu biasanya yang akan dilihat,” ujar Syariful yang banyak meneliti mengenai tomat ini.
Senada dengan Arif, Herlina mengatakan bahwa kebaruan dalam metode pengembangan suatu produk juga dapat menjadi daya tarik dari artikel. Herlina selama ini banyak meneliti mengenai modifikasi pati dari umbi-umbian lokal, dan ia banyak menemukan potensi dari umbi lokal yang belum ditemukan peneliti lain. “Kita gali potensi dari komoditi lokal bisa jadi suatu novelty juga,” ujar Herlina.
Baca juga: Tim Peneliti Universitas Pertamina Teliti Cara Manfaatkan Ampas Kelapa Jadi Biodiesel
Herlina menambahkan, selain kebaruan, dibutuhkan juga kemampuan dalam membahas dan menyajikan data dalam artikel yang ditulis. “Jadi kita membahas data-data yang bunyinya itu apa. Dari data kita itu yang menarik itu yang kita tonjolkan. Jadi orang dapat informasi yang selama ini mungkin belum mereka dapat bisa dengan membaca paper kita,” ujarnya.
Sementara itu, Syariful menekankan pentingnya meyakinkan reviewer atau pembaca bahwa riset yang dilakukan benar-benar menarik. Ia mengatakan bahwa banyak peneliti yang kesulitan meramu data agar menarik dalam proses pengenalan artikel.
Keterbatasan alat penelitian pun tidak menjadi hambatan untuk membuat penelitian tersebut menarik untuk terpublikasi.
“Dengan alat sederhana pun, dengan penampilan yang baik, dengan data yang saling menunjang satu data dengam data lain akhirnya komprehensif itu biasanya yang akan dilihat,” ujar Syariful yang banyak meneliti mengenai tomat ini.
(nnz)
Lihat Juga :