Mengenal Clareta Milena, Mahasiswa Peraih IPK Tertinggi pada Wisuda April ITB 2023
Senin, 17 April 2023 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, Clareta juga pernah menjadi peserta di Biomaterial Exhibition on Sparc Campus by Playo Material Labrary dan Binar: Explorative Craft oleh Himpunan Mahasiswa TERIKAT ITB pada tahun 2021. Di pameran tersebut, Clareta mengikutsertakan tugas-tugas kuliahnya dan banyak belajar tentang hal-hal baru, salah satunya adalah tentang pewarna alam.
Menurut Clareta, pewarna alam memiliki keunikan tersendiri karena pewarna alam sudah lama digunakan manusia, namun masih banyak yang bisa diteliti mengingat potensinya yang melimpah di Indonesia.
Memasuki semester 7, Clareta mulai menyusun tugas akhirnya. Sempat mengubah topik, akhirnya Clareta mantap menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Eksplorasi Pewarna Alam pada Bioplastik sebagai Tekstil Alternatif untuk Produk Kriya”. Di dalam TA tersebut, Clareta mencoba mengaplikasikan pewarna alam tingi, tegeran, jalawe, dan indigo pada bioplastik homemade yang dibuat dari alat-alat dapur.
Tujuan dari penelitiannya ini adalah sebagai material alternatif pengganti tekstil yang biodegradable. Hasilnya, diperoleh formula bioplastik dari campuran gelatin, tapioka, dan agar-agar yang memiliki karakter seperti tekstil yaitu dapat ditekuk ke berbagai arah, dapat dijahit, dapat digunting.
Produk kriya yang dibuat pada TA Clareta adalah perhiasan dengan judul “Alumarekah”. Perhiasannya terdiri dari dua sub koleksi yaitu Alum dan Rekah yang menceritakan siklus hidup yang juga selaras dengan sifat bioplastik yang diciptakan yaitu larut dalam air dan mudah terurai ke tanah. “Sesuatu yang mekar di suatu saat akan layu atau mati,” ujarnya.
Mahasiswa yang sudah bekerja di jenama lokal “Sejauh Mata Memandang” ini, berharap ke depannya dapat melanjutkan kembali pendidikannya ke tingkat S2 untuk menyambung pengetahuannya kemudian pada akhirnya bisa membangun jenama sendiri yang concern dan menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan.
Clareta berpesan, “Hidup itu proses yang harus dinikmati baik pahit maupun manis, karena setelah badai pasti ada pelangi, kemudian harus selalu bersyukur dengan kehidupan yang kamu miliki namun jangan terlalu nyaman harus tetap bergerak dan berproses juga karena kehidupan itu berputar,” pesan Clareta.
Menurut Clareta, pewarna alam memiliki keunikan tersendiri karena pewarna alam sudah lama digunakan manusia, namun masih banyak yang bisa diteliti mengingat potensinya yang melimpah di Indonesia.
Memasuki semester 7, Clareta mulai menyusun tugas akhirnya. Sempat mengubah topik, akhirnya Clareta mantap menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Eksplorasi Pewarna Alam pada Bioplastik sebagai Tekstil Alternatif untuk Produk Kriya”. Di dalam TA tersebut, Clareta mencoba mengaplikasikan pewarna alam tingi, tegeran, jalawe, dan indigo pada bioplastik homemade yang dibuat dari alat-alat dapur.
Tujuan dari penelitiannya ini adalah sebagai material alternatif pengganti tekstil yang biodegradable. Hasilnya, diperoleh formula bioplastik dari campuran gelatin, tapioka, dan agar-agar yang memiliki karakter seperti tekstil yaitu dapat ditekuk ke berbagai arah, dapat dijahit, dapat digunting.
Produk kriya yang dibuat pada TA Clareta adalah perhiasan dengan judul “Alumarekah”. Perhiasannya terdiri dari dua sub koleksi yaitu Alum dan Rekah yang menceritakan siklus hidup yang juga selaras dengan sifat bioplastik yang diciptakan yaitu larut dalam air dan mudah terurai ke tanah. “Sesuatu yang mekar di suatu saat akan layu atau mati,” ujarnya.
Mahasiswa yang sudah bekerja di jenama lokal “Sejauh Mata Memandang” ini, berharap ke depannya dapat melanjutkan kembali pendidikannya ke tingkat S2 untuk menyambung pengetahuannya kemudian pada akhirnya bisa membangun jenama sendiri yang concern dan menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan.
Clareta berpesan, “Hidup itu proses yang harus dinikmati baik pahit maupun manis, karena setelah badai pasti ada pelangi, kemudian harus selalu bersyukur dengan kehidupan yang kamu miliki namun jangan terlalu nyaman harus tetap bergerak dan berproses juga karena kehidupan itu berputar,” pesan Clareta.
(mpw)
Lihat Juga :