Jangan Terlewat! Beasiswa S2-S3 Australia Awards Dibuka hingga Mei 2023, Cek Syaratnya

Kamis, 27 April 2023 - 13:32 WIB
loading...
Jangan Terlewat! Beasiswa...
Australia Awards Scholarship. Foto/Dok/Ist
A A A
JAKARTA - Australia Awards memberikan kesempatan bagi pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Australia dengan beasiswa Master (S2) atau Doktor. Pendaftaran dibuka sejak 1 Februari hingga 1 Mei 2023, pukul 20:59 WIB.

Beasiswa Australia Awards telah mencetak lebih dari 200 ribu alumni di Indonesia dan menerima 20 ribu pendaftar per tahun. Pada 3 Maret 2023 lalu, program ini merayakan peluncuran 70 Tahun Beasiswa Australia di Indonesia.

Baca juga: 20 Beasiswa Luar Negeri untuk S1 dan S2 2023, dari Fulbright, Chevening, hingga MEXT Jepang


Berikut informasi tentang Beasiswa Australia Awards untuk periode 2023.


Proses pemilihan penerima Australia Awards membutuhkan waktu minimal 4 bulan sejak batas waktu pendaftaran hingga saat pelamar dipilih untuk mendapatkan penghargaan.


Waktu Pendaftaran Beasiswa:

- Pendaftaran Online: 1 Februari - 1 Mei 2023
- Pemberitahuan hasil seleksi berkas: 1 Juni 2023
- Wawancara / tes IELTS: 1 Juli 2023
- Pengumuman kelulusan: Agustus 2023


Persyaratan Umum:

- Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertempat tinggal dan melamar beasiswa dari Indonesia.

- Tidak menikah atau bertunangan dengan seseorang yang memenuhi syarat untuk memegang kewarganegaraan Australia atau Selandia Baru atau status penduduk tetap, pada setiap tahap aplikasi, seleksi, proses mobilisasi atau saat mendapatkan beasiswa di Australia.

- Tidak mengajukan permohonan visa untuk tinggal di Australia.

- Tidak akan mengajukan Beasiswa Australia Awards jangka panjang lainnya kecuali mereka telah tinggal di luar Australia selama dua kali dari total waktu berada di Australia (misalnya, penerima Australia Awards sebelumnya di Australia selama dua tahun, maka tidak akan memenuhi syarat untuk mengajukan Beasiswa Australia Awards lainnya sampai mereka telah tinggal di luar Australia atau kembali ke Indonesia selama empat tahun).

- Telah memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan oleh Indonesia atau Pemerintah Indonesia.

- Bukan personel militer yang sedang bertugas.

- Dapat memenuhi semua persyaratan dari Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan untuk visa pelajar DFAT.

- Jawab semua pertanyaan yang relevan pada formulir aplikasi.

- Bersedia dan tersedia untuk mengikuti pelatihan penuh waktu di Indonesia sebelum belajar di Australia jika ditawarkan beasiswa.

Persyaratan khusus untuk S2 dan S3 dapat diakses di laman Australia Awards.


Cakupan Beasiswa:

- Pelatihan pra keberangkatan (termasuk Bahasa Inggris untuk Keperluan Akademik)

- Tiket pesawat domestik dari lokasi asal penerima ke pusat pelatihan pra keberangkatan di Indonesia

- Tunjangan untuk pelatihan pra keberangkatan

- Biaya pemeriksaan kesehatan dan rontgen pertama untuk memenuhi persyaratan Visa Pelajar

- Visa Pelajar DFAT dan Visa Tanggungan Pelajar

- Tiket penerbangan keluar dari lokasi asal penerima beasiswa ke Australia

- Tanggungan Kesehatan Pelajar Asing (OSHC)

- Tunjangan pertama setelah tiba di Australia

- Tunjangan hidup di Australia yang dibayarkan dua minggu sekali

- Program Akademik Pendahuluan (IAP) untuk jangka waktu 4-6 minggu yang dilakukan sebelum dimulainya studi Master atau PhD

- Biaya Pendidikan Magister atau PhD, termasuk semua biaya wajib untuk kursus di mana penerima diterima

- Dukungan Akademik Tambahan, disediakan jika dianggap penting untuk membantu penerima lulus mata pelajaran

- Kerja lapangan

- Tiket reuni

- Tiket pesawat pulang pergi dari Australia ke bandara terdekat dengan lokasi asal penerima.


Bidang Studi Prioritas

Keamanan Kesehatan

- Pencegahan Penyakit Menular
- Manajemen Kesehatan
- Pelayanan Kesehatan
- Kesehatan Ibu dan Anak
- Kesehatan Masyarakat
- Pendidikan dan Pelatihan
- Manajemen Pendidikan
- Pengembangan Sumber Daya Manusia
- Studi Pembangunan
- Studi Internasional

Stabilitas

- Sistem Hukum, Hukum dan Peradilan
- Ilmu Politik dan Pemerintahan
- Ilmu Pemerintahan
- Manajemen Pengeluaran Publik
- Reformasi Sektor Publik
- Hukum Lingkungan
- Antikorupsi
- Desentralisasi
- Pemantauan dan Evaluasi
- Pencegahan Kejahatan Transnasional
- Resolusi Konflik
- Studi Wanita dan Gender
- Layanan Disabilitas
- Pencegahan dan Penanggulangan Bencana
- Keamanan Siber

Pemulihan ekonomi

- Niaga
- Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah
- Ekonomi
- Perencanaan Infrastruktur
- Keselamatan Transportasi
- Air dan Sanitasi
- Pertambangan
- Pengelolaan Ternak
- Peternakan
- Pertanian
- Budidaya/Perikanan
- Kehutanan
- Pengelolaan Sumber Daya Alam
- Perubahan Iklim
- Pertumbuhan Pedesaan


Penargetan Beasiswa

Beasiswa ditawarkan dalam dua kategori utama: Kategori Sasaran dan Non Sasaran.


Pelamar dari kategori sasaran meliputi:

Kelompok Sasaran Ekuitas (ETG) yang terdiri dari:
- Penyandang disabilitas.
- Perempuan marjinal.
- Masyarakat dari provinsi sasaran pemerataan yaitu Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Dataran Tinggi, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung.

Instansi Pemerintah Indonesia yang terdiri dari calon dari instansi pemerintah (termasuk pusat, provinsi, atau daerah), tetapi tidak mencakup pegawai Badan Usaha Milik Negara.

Pelamar dari kategori non-sasaran meliputi:

PNS dan non PNS di luar kategori di atas.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Pendaftaran 3 Beasiswa...
Pendaftaran 3 Beasiswa LPDP Co-Funding S2 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Berita Terkini
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
SPMB Jakarta 2026 untuk...
SPMB Jakarta 2026 untuk Sekolah Swasta SMP-SMA Tahap 2 Dibuka, Cek Cara Pilih Sekolah
Infografis
Indonesia vs Australia,...
Indonesia vs Australia, Berikut Jadwal Babak 16 Piala Asia 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved