Implementasi Kurikulum Merdeka Tarik Minat Ribuan Sekolah di Maluku Utara
Jum'at, 28 April 2023 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Kepala Sekolah SMAN 4 Ternate Kandacong mengatakan, tahun ini sekolah yang dipimpinnya memberanikan diri untuk turut menerapkan implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah.
Dia mengungkapkan, SMAN 4 Ternate pada implementasi Kurikulum 2005 ditunjuk sebagai sekolah penyelenggara terbatas. Lalu pada Kurikulum 2013 dan program sekolah zonasi, sekolah ini juga menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk untuk menerapkannya.
"Dan itu membuat saya tertantang. Perubahan kurikulum itu adalah sebuah keniscayaan, berubah sesuai zaman dan Gen Z saat ini berbeda dengan generasi saya dulu," ucapnya.
Dia menuturkan, sekolahnya menjadi pilot project program presisi dari Ditjen Kebudayaan untuk mengangkat kebudayan-kebudayaan lokal seperti kegiatan membuat sabun dengan aroma cengkeh.
Dia menyampaikan tantangan terbesar dari Kurikulum Merdeka ini adalah banyaknya informasi-informasi hoax yang bermunculan di media sosial. Misalnya adanya Kurikulum Merdeka akan menghilangkan pelajaran agama dan Pancasila.
Selain itu banyak guru yang termakan isu akan terhapusnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) jika sekolahnya berpindah ke Kurikulum Merdeka.
"Ini yang membuat saya tertarik untuk mengejar (informasi) Kurikulum Merdeka ini melalui media
yang disiapkan karena untuk melawan hoax itu ke fakta. Jadi tantangan terberatnya itu adalah melawan isu-isu tentang Kurikulum Merdeka ini sendiri," tandasnya.
Dia mengungkapkan, SMAN 4 Ternate pada implementasi Kurikulum 2005 ditunjuk sebagai sekolah penyelenggara terbatas. Lalu pada Kurikulum 2013 dan program sekolah zonasi, sekolah ini juga menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk untuk menerapkannya.
"Dan itu membuat saya tertantang. Perubahan kurikulum itu adalah sebuah keniscayaan, berubah sesuai zaman dan Gen Z saat ini berbeda dengan generasi saya dulu," ucapnya.
Dia menuturkan, sekolahnya menjadi pilot project program presisi dari Ditjen Kebudayaan untuk mengangkat kebudayan-kebudayaan lokal seperti kegiatan membuat sabun dengan aroma cengkeh.
Dia menyampaikan tantangan terbesar dari Kurikulum Merdeka ini adalah banyaknya informasi-informasi hoax yang bermunculan di media sosial. Misalnya adanya Kurikulum Merdeka akan menghilangkan pelajaran agama dan Pancasila.
Selain itu banyak guru yang termakan isu akan terhapusnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) jika sekolahnya berpindah ke Kurikulum Merdeka.
"Ini yang membuat saya tertarik untuk mengejar (informasi) Kurikulum Merdeka ini melalui media
yang disiapkan karena untuk melawan hoax itu ke fakta. Jadi tantangan terberatnya itu adalah melawan isu-isu tentang Kurikulum Merdeka ini sendiri," tandasnya.
(nnz)
Lihat Juga :