Seleksi Masuk SD tanpa Calistung, Ini Tanggapan Dosen UMM
Kamis, 11 Mei 2023 - 15:22 WIB
loading...
Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dyah Worowirastri Ekowati S.Pd., M.Pd. Foto/Dok/UMM
A
A
A
JAKARTA - Tahun ajaran baru sebentar lagi tiba. Para orang tua juga sibuk mempersiapkan sekolah terbaik untuk putra-putrinya. Menariknya, muncul isu penghapusan tes baca tulis hitung ( calistung ) sebagai syarat masuk sekolah dasar.
Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Makarim menegaskan bahwa seleksi calon peserta didik baru kelas 1 SD tidak boleh dilakukan berdasarkan tes membaca, menulis, dan atau berhitung.
Baca juga: MAN Insan Cendekia Bangka Tengah Raih 19 Medali Ajang Olimpiade Sains Nasional 2023
Melihat fenomena tersebut, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ) Dyah Worowirastri Ekowati S.Pd., M.Pd. ikut angkat bicara.
Ia menilai, penghapusan tes calistung pada calon siswa SD merupakan hal yang baik. Hal itu mengingat hakikat sekolah adalah tempat bermain yang berasal dari bahasa Yunani, “skhole”, yang memiliki arti waktu sengggang untuk bersenang senang.
“Jika tes calistung dijadikan salah satu seleksi masuk sekolah dasar, tentu akan memberikan batasan pada calon siswa untuk mahir dan pintar dalam bidangnya. Ini juga berpotensi membebani anak yang sebenarnya memiliki potensi dan keahlian di bidang lain. Selain itu, dapat menggeser fitrah anak di usia PAUD dan TK yang seharusnya datang ke sekolah untuk bermain dan bernenang-senang,” ujar Dyah.
Baca juga: Pertamina Hulu Rokan Buka Beasiswa Prestasi S2 ke AS, Cek Syarat dan Cara Daftar
Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Makarim menegaskan bahwa seleksi calon peserta didik baru kelas 1 SD tidak boleh dilakukan berdasarkan tes membaca, menulis, dan atau berhitung.
Baca juga: MAN Insan Cendekia Bangka Tengah Raih 19 Medali Ajang Olimpiade Sains Nasional 2023
Melihat fenomena tersebut, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ) Dyah Worowirastri Ekowati S.Pd., M.Pd. ikut angkat bicara.
Ia menilai, penghapusan tes calistung pada calon siswa SD merupakan hal yang baik. Hal itu mengingat hakikat sekolah adalah tempat bermain yang berasal dari bahasa Yunani, “skhole”, yang memiliki arti waktu sengggang untuk bersenang senang.
“Jika tes calistung dijadikan salah satu seleksi masuk sekolah dasar, tentu akan memberikan batasan pada calon siswa untuk mahir dan pintar dalam bidangnya. Ini juga berpotensi membebani anak yang sebenarnya memiliki potensi dan keahlian di bidang lain. Selain itu, dapat menggeser fitrah anak di usia PAUD dan TK yang seharusnya datang ke sekolah untuk bermain dan bernenang-senang,” ujar Dyah.
Baca juga: Pertamina Hulu Rokan Buka Beasiswa Prestasi S2 ke AS, Cek Syarat dan Cara Daftar
Lihat Juga :