Top, Mahasiswa Indonesia Raih Juara di Ajang The Boring Company Milik Elon Musk
Kamis, 18 Mei 2023 - 12:41 WIB
loading...
A
A
A
Ajang Not-A-Boring Competition terbilang cukup ketat. Pasalnya, para juri menetapkan beberapa kriteria dalam menentukan penilaian. Kriteria tersebut antara lain keamanan mesin dalam beroperasi, akurasi dan ketepatan mesin bor mencapai sasaran, dan kecepatan mesin untuk membuat suatu terowongan.
Andrean yang berperan sebagai penasihat teknis mengungkapkan bahwa, hanya ada dua tim yang mencapai tahap safety check dan diizinkan untuk memulai pengeboran, tim TU Munich dan tim dari Eidgenössische Technische Hochschule Zürich. “Artinya, kami berhadapan langsung dengan mereka di tahap final,” ujar Andrean.
Tim TU Munich yang terdiri dari 40 orang dengan beberapa sub-tim ini berhasil mengembangkan mesin bor yang mampu mencapai kecepatan rata-rata mencapai 11 m/jam dengan kecepatan maksimal hingga 25 m/jam. Sedangkan mesin bor terowongan standar industri hanya mencapai 1,7 m/jam. Artinya, mesin hasil inovasi tim TU Munich 14x lebih cepat dari mesin bor standar industri.
Baca juga: Calon Mahasiswa, Ini Perbedaan Kampus A, B, dan C Unair
Keunggulan lain dari mesin ini adalah dapat beroperasi di kondisi berlumpur, berpasir, atau berbatu, penggantian pipa menggunakan automasi robot tanpa cara manual, bentuk komponen ruang tambang yang inverted cone sehingga mempercepat kecepatan tambang, dan memiliki konsep mesin yang portable sehingga bisa cepat dan mudah dipasang. Mesin TU Munich berhasil mengebor terowongan dengan panjang 11,8 meter.
Andrean yang berperan sebagai penasihat teknis mengungkapkan bahwa, hanya ada dua tim yang mencapai tahap safety check dan diizinkan untuk memulai pengeboran, tim TU Munich dan tim dari Eidgenössische Technische Hochschule Zürich. “Artinya, kami berhadapan langsung dengan mereka di tahap final,” ujar Andrean.
Tim TU Munich yang terdiri dari 40 orang dengan beberapa sub-tim ini berhasil mengembangkan mesin bor yang mampu mencapai kecepatan rata-rata mencapai 11 m/jam dengan kecepatan maksimal hingga 25 m/jam. Sedangkan mesin bor terowongan standar industri hanya mencapai 1,7 m/jam. Artinya, mesin hasil inovasi tim TU Munich 14x lebih cepat dari mesin bor standar industri.
Baca juga: Calon Mahasiswa, Ini Perbedaan Kampus A, B, dan C Unair
Keunggulan lain dari mesin ini adalah dapat beroperasi di kondisi berlumpur, berpasir, atau berbatu, penggantian pipa menggunakan automasi robot tanpa cara manual, bentuk komponen ruang tambang yang inverted cone sehingga mempercepat kecepatan tambang, dan memiliki konsep mesin yang portable sehingga bisa cepat dan mudah dipasang. Mesin TU Munich berhasil mengebor terowongan dengan panjang 11,8 meter.
Lihat Juga :