Kenalan dengan Priti, Gadis Penyuka Otomotif yang Lulus Cum Laude dari UNY
Kamis, 08 Juni 2023 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
“Namun saya dengan sangat mudah menyelesaikan job pengelasan baik asetilin dan listrik. Hal ini karena saya sudah terbiasa mengelas dirumah, bahkan seperti mengulangi praktik saya di SMK dulu” ujar Priti.
Baca juga: Kampus Swasta yang Menerima KIP Kuliah 2023, Ini Daftarnya
Pernah juga pada saat ujian praktik mengganti distributor, dosen dan teman-teman meragukannya sebagai perempuan dapat mengatasinya, tapi Priti membuktikan dalam ujian tersebut dan berhasil, karena di SMK baik praktik maupun ujian lebih berat daripada di JPTO.
Saat pandemi covid pembelajaran praktik tetap dilakukan dengan cara melakukan praktik pada benda objek diluar kampus. “Karena di rumah saya memiliki kendaraan dan perlengkapan bengkel yang lengkap saya tidak merasa kesulitan mengerjakan tugas tersebut. Namun terdapat tugas yang mewajibkan dilakukan di bengkel ternama, saat itu saya ke bengkel Jogja DAB untuk memenuhi tugas body kendaraan” paparnya.
Di sana pun para mekanik juga heran ada perempuan di otomotif. Pihak bengkel dan para karyawan sangat terbuka dan menerima mahasiswa untuk belajar. Awalnya mekanik tidak berani memberikan alat poles untuk dicoba oleh Priti.
Tetapi setelah diyakinkan jika bisa, Priti diperbolehkan dan mulai memoles kendaraan dengan hasil yang baik. Priti juga mengikuti Uji Kompetensi agar mendapatkan sertifikat. Saat itu ujiannya pada bidang rem tromol dan cakram dengan waktu 30 menit. Akhirnya Priti mendapatkan sertifikat tersebut dan tidak kalah dengan mahasiswa laki laki yang lain.
Selama menjadi mahasiswa sejak semester awal Priti sering diperbantukan oleh dosen baik secara sukarela maupun dengan imbalan, lalu semester 5 mulai ikut penelitian dosen yaitu sistem kontrol elektronik untuk mengedit video pembelajaran dan mengumpulkan data angket.
Putri pasangan Sisnanto dan Titik Sulastri itu melakukan praktik industri di Nissan Mlati. Hari pertama Priti ditempatkan di bagian depan membantu CRO dan SA. “Peraturan praktik industri adalah seluruh mahasiswa akan melakukan perputaran job namun khusus untuk saya tidak diperbolehkan untuk diputar, hal ini atas permintaan front office.
Saya diberikan tanggungjawab langsung menangani customer. Terdapat beberapa pekerjaan CRO yang tidak pernah dilakukan atau sering keteteran seperti estimasi biaya, reminder, hadiah service oli dan sebagainya” ungkapnya.
Priti dirasa mampu oleh pihak front office untuk menghandle pekerjaan depan sehingga dipertahankan pada bagian tersebut dan dijelaskan jika S1 bukan seperti seperti lulusan SMK.
Pada semester 7 Priti menempuh Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 2 Yogyakarta dan KKN di Giwangan. Priti bertanggungjawab pada mata kuliah chassis kelas 11 dan 12. “Selama saya mengajar siswa kadang malah tertarik dengan alasan saya sekolah di otomotif, mereka heran bahkan menduga saya salah jurusan” tawa Priti.
Baca juga: Kampus Swasta yang Menerima KIP Kuliah 2023, Ini Daftarnya
Pernah juga pada saat ujian praktik mengganti distributor, dosen dan teman-teman meragukannya sebagai perempuan dapat mengatasinya, tapi Priti membuktikan dalam ujian tersebut dan berhasil, karena di SMK baik praktik maupun ujian lebih berat daripada di JPTO.
Saat pandemi covid pembelajaran praktik tetap dilakukan dengan cara melakukan praktik pada benda objek diluar kampus. “Karena di rumah saya memiliki kendaraan dan perlengkapan bengkel yang lengkap saya tidak merasa kesulitan mengerjakan tugas tersebut. Namun terdapat tugas yang mewajibkan dilakukan di bengkel ternama, saat itu saya ke bengkel Jogja DAB untuk memenuhi tugas body kendaraan” paparnya.
Di sana pun para mekanik juga heran ada perempuan di otomotif. Pihak bengkel dan para karyawan sangat terbuka dan menerima mahasiswa untuk belajar. Awalnya mekanik tidak berani memberikan alat poles untuk dicoba oleh Priti.
Tetapi setelah diyakinkan jika bisa, Priti diperbolehkan dan mulai memoles kendaraan dengan hasil yang baik. Priti juga mengikuti Uji Kompetensi agar mendapatkan sertifikat. Saat itu ujiannya pada bidang rem tromol dan cakram dengan waktu 30 menit. Akhirnya Priti mendapatkan sertifikat tersebut dan tidak kalah dengan mahasiswa laki laki yang lain.
Selama menjadi mahasiswa sejak semester awal Priti sering diperbantukan oleh dosen baik secara sukarela maupun dengan imbalan, lalu semester 5 mulai ikut penelitian dosen yaitu sistem kontrol elektronik untuk mengedit video pembelajaran dan mengumpulkan data angket.
Putri pasangan Sisnanto dan Titik Sulastri itu melakukan praktik industri di Nissan Mlati. Hari pertama Priti ditempatkan di bagian depan membantu CRO dan SA. “Peraturan praktik industri adalah seluruh mahasiswa akan melakukan perputaran job namun khusus untuk saya tidak diperbolehkan untuk diputar, hal ini atas permintaan front office.
Saya diberikan tanggungjawab langsung menangani customer. Terdapat beberapa pekerjaan CRO yang tidak pernah dilakukan atau sering keteteran seperti estimasi biaya, reminder, hadiah service oli dan sebagainya” ungkapnya.
Priti dirasa mampu oleh pihak front office untuk menghandle pekerjaan depan sehingga dipertahankan pada bagian tersebut dan dijelaskan jika S1 bukan seperti seperti lulusan SMK.
Pada semester 7 Priti menempuh Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 2 Yogyakarta dan KKN di Giwangan. Priti bertanggungjawab pada mata kuliah chassis kelas 11 dan 12. “Selama saya mengajar siswa kadang malah tertarik dengan alasan saya sekolah di otomotif, mereka heran bahkan menduga saya salah jurusan” tawa Priti.
Lihat Juga :