Dosen FK UMM: Ini Bahayanya Rokok Elektrik bagi Pemakai
Jum'at, 16 Juni 2023 - 19:47 WIB
loading...
Rokok Elektrik atau Vape. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Banyak orang beranggapan bahwa mengonsumsi vape atau rokok elektrik lebih aman ketimbang mengonsumsi rokok tradisional. Hal itu berdasar pada pemikiran bahwa tidak adanya kandungan tembakau dalam rokok elektrik. Sehingga vape menjadi aman dan tidak merusak kesehatan.
Namun, hal itu dibantah oleh dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Probo Yudha Pratama Putra. Ia menjelaskan bahwa penggunaan vape juga memiliki risiko bahaya bagi penggunanya, seperti halnya rokok tradisional.
Baca juga: Menag Yaqut: OASE Jadi Bukti Sarjana PTKI Kini Ahli Bidang Agama dan Sains
“Electronic nicotine dispensing systems (ENDS) yang sering kita kenal sebagai e-cigarattes atau vape, memiliki sederet kandungan dan komposisi yang merusak tubuh kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, di dalam vape terdiri dari baterai kawat nikel, copper, hingga silver. Sementara dalma cairan atau liquidnya berisikan kandungan propylene glycole, nicotine, glycerol, tetrahydrocannabinol, acetaldehyde, formaldehyde, dan acetamide.
Berbagai komposisi tersebut akna bercampur menjadi satu dan membentuk asap yang dihirup tubuh. Menurut Yudha, efek dari asap tersebut berbahaya.
Baca juga: Khusus Dosen, Post Doctoral Diktiristek-Leiden University Dibuka hingga 30 Juni 2023
Namun, hal itu dibantah oleh dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Probo Yudha Pratama Putra. Ia menjelaskan bahwa penggunaan vape juga memiliki risiko bahaya bagi penggunanya, seperti halnya rokok tradisional.
Baca juga: Menag Yaqut: OASE Jadi Bukti Sarjana PTKI Kini Ahli Bidang Agama dan Sains
“Electronic nicotine dispensing systems (ENDS) yang sering kita kenal sebagai e-cigarattes atau vape, memiliki sederet kandungan dan komposisi yang merusak tubuh kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, di dalam vape terdiri dari baterai kawat nikel, copper, hingga silver. Sementara dalma cairan atau liquidnya berisikan kandungan propylene glycole, nicotine, glycerol, tetrahydrocannabinol, acetaldehyde, formaldehyde, dan acetamide.
Berbagai komposisi tersebut akna bercampur menjadi satu dan membentuk asap yang dihirup tubuh. Menurut Yudha, efek dari asap tersebut berbahaya.
Baca juga: Khusus Dosen, Post Doctoral Diktiristek-Leiden University Dibuka hingga 30 Juni 2023
Lihat Juga :