Faizah Abdullah, Dosen Vokasi UI yang Ingin Memajukan Fisioterapis
Minggu, 26 Juli 2020 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai dosen Vokasi UI, pengajaran yang dilakukan memiliki komposisi sebanyak 70% praktik dan 30% teori. Maka dari itu, ilmu yang dia sampaikan kepada mahasiswa harus relevan dengan perkembangan terkini. Dia berusaha mampu menjalankan profesi fisioterapis dan dosen secara bersamaan. "Dengan tetap menjalankan praktik fisioterapi, saya juga memperoleh ragam kasus dan perkembangannya dari para pasien," ujar Faizah.(Baca juga: Empat Mahasiswa UI Juara Lomba Poster Hari Tanpa Tembakau Sedunia ).
Selain mengedukasi para mahasiswa di kampus, Faizah juga berupaya mendekatkan profesi fisioterapi kepada masyarakat. Faizah membentuk kanal edukasi 'Get Fit with Physio' di Instagram dan Facebook Fanpage. Melalui 'Get Fit with Physio', Faizah aktif membagikan informasi-informasi seputar manfaat fisioterapi, aspek-aspek dalam fisioterapi, serta profesi fisioterapis itu sendiri.
Selama bekerja menjadi seorang fisioterapis, terdapat beberapa kendala yang dialami oleh Faizah. "Biasanya ekspektasi dari pasien yang mengharapkan sekali fisioterapi langsung sehat. Sedangkan, proses penyembuhan nggak seinstan itu. Tergantung dengan kondisi penyakit dan respons tubuh terhadap terapi yang diberikan. Tidak jarang pula pasien yang kurang sabar dengan tindakan terapi yang dilakukan."
Menurutnya, membangun kepercayaan melalui edukasi dan komunikasi yang baik kepada pasien sangat penting. "Selain itu, dibutuhkan kerja sama serta komitmen antara fisioterapis dan pasien agar hasil terapi menjadi optimal," pungkasnya.
Selain mengedukasi para mahasiswa di kampus, Faizah juga berupaya mendekatkan profesi fisioterapi kepada masyarakat. Faizah membentuk kanal edukasi 'Get Fit with Physio' di Instagram dan Facebook Fanpage. Melalui 'Get Fit with Physio', Faizah aktif membagikan informasi-informasi seputar manfaat fisioterapi, aspek-aspek dalam fisioterapi, serta profesi fisioterapis itu sendiri.
Selama bekerja menjadi seorang fisioterapis, terdapat beberapa kendala yang dialami oleh Faizah. "Biasanya ekspektasi dari pasien yang mengharapkan sekali fisioterapi langsung sehat. Sedangkan, proses penyembuhan nggak seinstan itu. Tergantung dengan kondisi penyakit dan respons tubuh terhadap terapi yang diberikan. Tidak jarang pula pasien yang kurang sabar dengan tindakan terapi yang dilakukan."
Menurutnya, membangun kepercayaan melalui edukasi dan komunikasi yang baik kepada pasien sangat penting. "Selain itu, dibutuhkan kerja sama serta komitmen antara fisioterapis dan pasien agar hasil terapi menjadi optimal," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :