PJJ Tak Efektif dan Banyak Kendala, Orang Tua Ingin Anak Sekolah Tatap Muka
Senin, 27 Juli 2020 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau terlalu lama belajar online kasihan ke anaknya juga, interaksi mereka jadi berkurang dan tidak bisa menikmati masa-masa belajar di sekolah. Makanya kami berharap Covid-19 bisa segera hilang supaya anak-anak bisa sekolah normal lagi," harapnya.
Hal sama diakui Respaniwati yang anaknya duduk di kelas tiga SD. Dirinya sulit menerapkan suasana belajar serius anaknya seperti di sekolah. Anaknya belajar hanya sebentar karena selebihnya ketika tidak diawasi justru malah main game di gadget. "Kalau di rumah belajarnya susah, tapi kalau di sekolah di bawah arahan guru mungkin dia ada rasa takut sehingga bisa belajar serius," tuturnya. (Baca juga: Sekolah Daring Bikin Darah Tinggi ).
Kepala Bidang TK/SD Disdik KBB Asep Nirwan menyebutkan, tetap mengikuti arahan dari pusat bahwa pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini sebagai langkah antisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pihaknya tetap mengkaji bagaimana pembelajaran yang efektif dan ketika sekolah sudah diperbolehkan dengan tatap muka.
"Selain daring, kami juga menyiapkan modul bagi yang kesulitan akses internet. Kami juga sambil mengkaji menghadapi berbagai kemungkinan, seperti model pembelajaran normal, perpaduan normal dan penerapan belajar dari rumah (BDR), atau BDR penuh," ucapnya.
Hal sama diakui Respaniwati yang anaknya duduk di kelas tiga SD. Dirinya sulit menerapkan suasana belajar serius anaknya seperti di sekolah. Anaknya belajar hanya sebentar karena selebihnya ketika tidak diawasi justru malah main game di gadget. "Kalau di rumah belajarnya susah, tapi kalau di sekolah di bawah arahan guru mungkin dia ada rasa takut sehingga bisa belajar serius," tuturnya. (Baca juga: Sekolah Daring Bikin Darah Tinggi ).
Kepala Bidang TK/SD Disdik KBB Asep Nirwan menyebutkan, tetap mengikuti arahan dari pusat bahwa pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini sebagai langkah antisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pihaknya tetap mengkaji bagaimana pembelajaran yang efektif dan ketika sekolah sudah diperbolehkan dengan tatap muka.
"Selain daring, kami juga menyiapkan modul bagi yang kesulitan akses internet. Kami juga sambil mengkaji menghadapi berbagai kemungkinan, seperti model pembelajaran normal, perpaduan normal dan penerapan belajar dari rumah (BDR), atau BDR penuh," ucapnya.
(zik)
Lihat Juga :