Jenjang Berliku Menjadi Dokter di Indonesia, Gelar Sarjana Saja Belum Cukup
Selasa, 15 Agustus 2023 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
CBT UKMPPD adalah ujian tulis online yang berisi 150 soal pilihan ganda dengan waktu pengerjaan selama 200 menit. Nilai yang dibutuhkan untuk lulus CBT minimal 66.
Sedangkan OSCE adalah ujian praktik yang dilakukan di Fakultas Kedokteran masing-masing perguruan tinggi. Setiap peserta harus melewati 12 station dengan topik yang berbeda. Waktu yang dibutuhkan di setiap station adalah 15 menit. Di sini, kamu akan mempraktekkan skill dokter sesuai dengan standar kompetensi dokter umum Indonesia.
Kelulusan di jenjang UKMPPD sangat didambakan mahasiswa Kedokteran. Ini adalah momen yang paling membanggakan untukmu dan orangtua. Kamu akan disumpah bersama mahasiswa lain dan memperoleh gelar dokter (dr) serta Surat Tanda Registrasi (STR). Tetapi, perjalanan kamu masih panjang nih. Meskipun sudah bergelar dokter, kamu harus menjalani program internship dulu selama 1 tahun.
Di tahap Internship, statusmu adalah ‘dokter magang’. Tujuan diadakannya internship untuk melatih kesiapan dan kemandirian kamu sebelum memperoleh Surat Izin Praktek. Gaji dokter magang berkisar di angka 1 sampai 5 juta rupiah per bulan tergantung daerah dan instansi kesehatan tempat melakukan magang.
Baca juga: Mengenal Profesi Dokter Spesialis Okupasi dan Prospek Kerjanya
Jika dokter senior merasa kamu belum kompeten, maka kamu harus mengulang program magang sampai memenuhi penilaian. Setelah itu, barulah kamu mendapat Surat Izin Praktek (SIP) untuk mendirikan praktek dokter umum, atau meneruskan ke Program Pendidikan Dokter Spesialis.
PPDS adalah Program Pendidikan Dokter Spesialis. Dokter spesialis yaitu dokter yang mempelajari bagian tubuh tertentu termasuk penyakit yang ada di dalamnya. Pendidikan Program Dokter Spesialis ditempuh selama 4 sampai 6 tahun tergantung pada kesulitan bidang yang diambil. Nah, dokter umum yang menjalani PPDS, disebut sebagai ‘dokter residen’.
Bidang spesialis yang dapat diambil oleh dokter umum, antara lain:
• Spesialis Mata (Sp.M)
• Spesialis Paru (Sp.P)
• Spesialis Anak (Sp.A)
• Spesialis Gizi (Sp.G)
• Spesialis Bedah (Sp.B)
• Spesialis Urologi (Sp.U)
• Spesialis Anestesi (Sp.An)
• Spesialis Radiologi (Sp.R)
• Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)
• Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK)
• Spesialis Kedokteran Forensik (Sp.F)
• Spesialis Saraf atau Neurologis (Sp.N)
• Spesialis Kandungan dan Ginekologi (Sp.OG)
• Spesialis Kedokteran Jiwa dan Psikiater (Sp.KJ)
• Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan (Sp. THT)
• Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah atau Kardiologi (Sp.JT)
Sedangkan OSCE adalah ujian praktik yang dilakukan di Fakultas Kedokteran masing-masing perguruan tinggi. Setiap peserta harus melewati 12 station dengan topik yang berbeda. Waktu yang dibutuhkan di setiap station adalah 15 menit. Di sini, kamu akan mempraktekkan skill dokter sesuai dengan standar kompetensi dokter umum Indonesia.
4. Sumpah Dokter
Kelulusan di jenjang UKMPPD sangat didambakan mahasiswa Kedokteran. Ini adalah momen yang paling membanggakan untukmu dan orangtua. Kamu akan disumpah bersama mahasiswa lain dan memperoleh gelar dokter (dr) serta Surat Tanda Registrasi (STR). Tetapi, perjalanan kamu masih panjang nih. Meskipun sudah bergelar dokter, kamu harus menjalani program internship dulu selama 1 tahun.
5. Internship
Di tahap Internship, statusmu adalah ‘dokter magang’. Tujuan diadakannya internship untuk melatih kesiapan dan kemandirian kamu sebelum memperoleh Surat Izin Praktek. Gaji dokter magang berkisar di angka 1 sampai 5 juta rupiah per bulan tergantung daerah dan instansi kesehatan tempat melakukan magang.
Baca juga: Mengenal Profesi Dokter Spesialis Okupasi dan Prospek Kerjanya
Jika dokter senior merasa kamu belum kompeten, maka kamu harus mengulang program magang sampai memenuhi penilaian. Setelah itu, barulah kamu mendapat Surat Izin Praktek (SIP) untuk mendirikan praktek dokter umum, atau meneruskan ke Program Pendidikan Dokter Spesialis.
6. PPDS
PPDS adalah Program Pendidikan Dokter Spesialis. Dokter spesialis yaitu dokter yang mempelajari bagian tubuh tertentu termasuk penyakit yang ada di dalamnya. Pendidikan Program Dokter Spesialis ditempuh selama 4 sampai 6 tahun tergantung pada kesulitan bidang yang diambil. Nah, dokter umum yang menjalani PPDS, disebut sebagai ‘dokter residen’.
Bidang spesialis yang dapat diambil oleh dokter umum, antara lain:
• Spesialis Mata (Sp.M)
• Spesialis Paru (Sp.P)
• Spesialis Anak (Sp.A)
• Spesialis Gizi (Sp.G)
• Spesialis Bedah (Sp.B)
• Spesialis Urologi (Sp.U)
• Spesialis Anestesi (Sp.An)
• Spesialis Radiologi (Sp.R)
• Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD)
• Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK)
• Spesialis Kedokteran Forensik (Sp.F)
• Spesialis Saraf atau Neurologis (Sp.N)
• Spesialis Kandungan dan Ginekologi (Sp.OG)
• Spesialis Kedokteran Jiwa dan Psikiater (Sp.KJ)
• Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan (Sp. THT)
• Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah atau Kardiologi (Sp.JT)
(wyn)
Lihat Juga :