Cerita 3 Mahasiswa Baru UGM dari Wilayah Tertinggal, No 1 Berhasil Diterima di Kedokteran
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 12:37 WIB
loading...
A
A
A
Target ke depan, Caca berharap bisa tetap bertahan mengikuti proses perkuliahan dan bisa lulus dengan IPK di atas 3. Meskipun fokus kuliah, Caca juga akan tetap aktif mengikuti beberapa organisasi kemahasiswaan.
Semasa di sekolah menengah, ia adalah siswa yang cenderung aktif di bidang non akademik seperti olahraga dan seni kreasi. Bahkan Caca pun kerap mengikuti berbagai perlombaan seperti lomba badminton, lomba video pendek, dan juga lomba tari kreasi. Mahasiswa kelahiran Ambon ini juga berharap saat lulus nanti, dirinya bisa kembali mengabdi menjadi dokter sebagai lulusan terbaik dan siap melayani masyarakat di Maluku Tenggara.
Juan Gilbert Kakorea adalah salah satu dari ribuan Gadjah Mada Muda yang berhasil lolos dalam pertempuran masuk ke UGM. Menurutnya, memilih jurusan teknik adalah langkah tepat baginya untuk bisa berkontribusi dalam pembangunan di daerahnya.
“Menjadi seorang Engineer yang bisa memanfaatkan ilmu yang saya dapatkan di UGM dan menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari adalah cita-cita saya,” ungkap Gilbert.
Gilbert mengaku senang ketika dirinya dinyatakan diterima di UGM, awalnya dia tidak menyangka akan diterima dijalur PBU. ”Saya melihat pengumuman jalur PBU saat sedang dalam perjalanan pulang ke kota saya dari lokasi UTBK-SNBT dan saya sangat bersyukur bisa menjadi mahasiswa UGM”, terangnya.
Bahkan selama proses seleksi, Gilbert hampir tidak menemukan kendala yang berat. “Saya cukup mempersiapkan rapor saya dan juga berlatih wawancara dengan teman saya untuk mempersiapkan tes lanjutan,” ungkapnya.
![Cerita 3 Mahasiswa Baru UGM dari Wilayah Tertinggal, No 1 Berhasil Diterima di Kedokteran]()
Juan Gilbert Kakorea. Foto/UGM.
Semasa SMA, Gilbert rajin mengikuti kegiatan organisasi internal dan aktif dalam berbagai kepanitiaan di sekolahnya. Dia juga aktif mengikuti organisasi eksternal yang dapat diyakininya dapat menambah relasinya dengan tokoh-tokoh penting di daerahnya.
Baca juga: Arti Gelar Pendidikan Anies Baswedan dan Asal Universitasnya
“Ini sejalan dengan passion saya yang senang mengekspresikan diri dengan bertemu dan menjalin hubungan yang baik dengan semua orang yang dimana itu dapat menambahkan kepercayaan diri saya,” ungkapnya.
Sehingga saat pertama kali masuk ke UGM dan mengikuti PPSMB, saya sangat gembira bisa bertemu orang-orang hebat yang berasal dari penjuru Indonesia dan saya merasa sangat bangga bisa melaksanakan kegiatan action plan dengan teman-teman baru tersebut,” tambahnya.
Dalam menempuh studi ke depannya, mahasiswa yang memiliki prinsip hidup mandiri ini mentargetkan lulus dengan gelar cumlaude. ”Selama kuliah, jangan sampai mengulang mata kuliah,” katanya. Namun ia juga bertekad tetap terlibat aktif mengikuti kegiatan dan organisasi yang selaras dengan passionnya, sehingga bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuknya di masa depan,” ujarnya.
”Saya memiliki harapan, setelah lulus, saya ingin membangun daerah saya, sehingga masyarakat di daerah saya bisa hidup mandiri dan sejahtera, tidak ada ketimpangan sosial dan juga masyarakat di daerah saya bisa meneruskan pembangunan yang dirancangkan oleh pemerintah di daerah saya,” tuturnya.
Lain halnya dengan Cece, sapaan akrab Cecelia Rianti Monica, mahasiswa UGM Program Studi Ilmu Komunikasi yang diterima melalui jalur PBU Afrimasi 3T. Prosesnya untuk masuk ke UGM dilalui dengan pengalaman yang tidak mudah.
Dia bertekad untuk kuat menjalani setiap rangkaian seleksi masuk UGM dengan penuh semangat. ”Banyak hal yang terjadi di luar rencana saya. Sebagai anak yang berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas, dengan gaji orang tua Rp400.000/bulan, saya memilih SMK, karena awalnya ingin langsung bisa bekerja saat lulus dan mengurangi beban orang tua,” ungkapnya.
Semasa di sekolah menengah, ia adalah siswa yang cenderung aktif di bidang non akademik seperti olahraga dan seni kreasi. Bahkan Caca pun kerap mengikuti berbagai perlombaan seperti lomba badminton, lomba video pendek, dan juga lomba tari kreasi. Mahasiswa kelahiran Ambon ini juga berharap saat lulus nanti, dirinya bisa kembali mengabdi menjadi dokter sebagai lulusan terbaik dan siap melayani masyarakat di Maluku Tenggara.
2. Juan Gilbert Kakorea
Juan Gilbert Kakorea adalah salah satu dari ribuan Gadjah Mada Muda yang berhasil lolos dalam pertempuran masuk ke UGM. Menurutnya, memilih jurusan teknik adalah langkah tepat baginya untuk bisa berkontribusi dalam pembangunan di daerahnya.
“Menjadi seorang Engineer yang bisa memanfaatkan ilmu yang saya dapatkan di UGM dan menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari adalah cita-cita saya,” ungkap Gilbert.
Gilbert mengaku senang ketika dirinya dinyatakan diterima di UGM, awalnya dia tidak menyangka akan diterima dijalur PBU. ”Saya melihat pengumuman jalur PBU saat sedang dalam perjalanan pulang ke kota saya dari lokasi UTBK-SNBT dan saya sangat bersyukur bisa menjadi mahasiswa UGM”, terangnya.
Bahkan selama proses seleksi, Gilbert hampir tidak menemukan kendala yang berat. “Saya cukup mempersiapkan rapor saya dan juga berlatih wawancara dengan teman saya untuk mempersiapkan tes lanjutan,” ungkapnya.

Juan Gilbert Kakorea. Foto/UGM.
Semasa SMA, Gilbert rajin mengikuti kegiatan organisasi internal dan aktif dalam berbagai kepanitiaan di sekolahnya. Dia juga aktif mengikuti organisasi eksternal yang dapat diyakininya dapat menambah relasinya dengan tokoh-tokoh penting di daerahnya.
Baca juga: Arti Gelar Pendidikan Anies Baswedan dan Asal Universitasnya
“Ini sejalan dengan passion saya yang senang mengekspresikan diri dengan bertemu dan menjalin hubungan yang baik dengan semua orang yang dimana itu dapat menambahkan kepercayaan diri saya,” ungkapnya.
Sehingga saat pertama kali masuk ke UGM dan mengikuti PPSMB, saya sangat gembira bisa bertemu orang-orang hebat yang berasal dari penjuru Indonesia dan saya merasa sangat bangga bisa melaksanakan kegiatan action plan dengan teman-teman baru tersebut,” tambahnya.
Dalam menempuh studi ke depannya, mahasiswa yang memiliki prinsip hidup mandiri ini mentargetkan lulus dengan gelar cumlaude. ”Selama kuliah, jangan sampai mengulang mata kuliah,” katanya. Namun ia juga bertekad tetap terlibat aktif mengikuti kegiatan dan organisasi yang selaras dengan passionnya, sehingga bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuknya di masa depan,” ujarnya.
”Saya memiliki harapan, setelah lulus, saya ingin membangun daerah saya, sehingga masyarakat di daerah saya bisa hidup mandiri dan sejahtera, tidak ada ketimpangan sosial dan juga masyarakat di daerah saya bisa meneruskan pembangunan yang dirancangkan oleh pemerintah di daerah saya,” tuturnya.
3. Cecelia Rianti Monica
Lain halnya dengan Cece, sapaan akrab Cecelia Rianti Monica, mahasiswa UGM Program Studi Ilmu Komunikasi yang diterima melalui jalur PBU Afrimasi 3T. Prosesnya untuk masuk ke UGM dilalui dengan pengalaman yang tidak mudah.
Dia bertekad untuk kuat menjalani setiap rangkaian seleksi masuk UGM dengan penuh semangat. ”Banyak hal yang terjadi di luar rencana saya. Sebagai anak yang berasal dari keluarga dengan ekonomi terbatas, dengan gaji orang tua Rp400.000/bulan, saya memilih SMK, karena awalnya ingin langsung bisa bekerja saat lulus dan mengurangi beban orang tua,” ungkapnya.
Lihat Juga :