11 Contoh Penulisan Kata yang Benar Menurut EYD KBBI, Susun Kalimat Dijamin Akurat
Senin, 28 Agustus 2023 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Contoh:
1. Diberitahukan
2. Menggarisbawahi
Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.
Contoh:
1. Adakalanya
2. Apalagi
3. Bagaimana
Baca juga: Bagaimana Penulisan Daftar Pustaka Sesuai EYD? Begini Urutannya yang Benar
Contoh:
1. bu-ah
2. ni-at
3. sa-at
Kategori huruf diftong (memuat unsur: ai, au, ei, dan oi) penulisannya tidak dipenggal.
Contoh:
1. Lan-dai
2. Au-ra
Apabila di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua huruf vokal, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan.
Contoh:
1. Ba-nyak
2. La-ri
Pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang posisinya berurutan.
Contoh:
1. Ap-ril
2. makh-luk
3. sang-gup
Pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan pertama dan kedua. Cara ini dilakukan jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih (masing- masing melambangkan satu bunyi).
Contoh:
1. Eks-tra
2. In-fra
3. Ben-trok
Tidak dilakukan pemenggalan kata pada gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi.
Contoh:
1. Ba-nyak
2. Ikh-las
3. Kong-res
Contoh:
1. Di mana dia tinggal?
2. Uang ibu disimpan di dalam dompet.
3. Mari berangkat ke sekolah.
Contoh:
1. Ambillah kue yang ada di meja!
2. Apakah yang kamu inginkan?
Penulisan partikel pun dilakukan secara terpisah dari kata yang mendahuluinya. Namun, partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai.
Contoh:
1. Tidak diminta pun ia akan tetap datang.
2. Jangankan dua kali, sekali pun kakak tidak pernah memujiku.
Penulisan partikel per ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Namun, aturan ini hanya berlaku untuk ‘per’ yang maknanya adalah ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’.
1. Para tamu undangan masuk ke dalam ruangan satu per satu.
2. Harga pensil itu Rp1000,00 per biji.
Baca juga: Aplikasi Cek Ejaan Bahasa Indonesia yang Perlu Anda Coba
Contoh:
1. W.R. Supratman = Wage Rudolf Supratman
2. M.B.A. = master of business administration
1. Diberitahukan
2. Menggarisbawahi
Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.
Contoh:
1. Adakalanya
2. Apalagi
3. Bagaimana
Baca juga: Bagaimana Penulisan Daftar Pustaka Sesuai EYD? Begini Urutannya yang Benar
5. Penulisan Pemenggalan Kata
Pemenggalan kata sesuai PUEBI yang diterapkan pada kata dasar dilakukan dengan cara berikut. Apabila di tengah kata terdapat huruf vokal berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf vokal tersebut.Contoh:
1. bu-ah
2. ni-at
3. sa-at
Kategori huruf diftong (memuat unsur: ai, au, ei, dan oi) penulisannya tidak dipenggal.
Contoh:
1. Lan-dai
2. Au-ra
Apabila di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua huruf vokal, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan.
Contoh:
1. Ba-nyak
2. La-ri
Pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang posisinya berurutan.
Contoh:
1. Ap-ril
2. makh-luk
3. sang-gup
Pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan pertama dan kedua. Cara ini dilakukan jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih (masing- masing melambangkan satu bunyi).
Contoh:
1. Eks-tra
2. In-fra
3. Ben-trok
Tidak dilakukan pemenggalan kata pada gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi.
Contoh:
1. Ba-nyak
2. Ikh-las
3. Kong-res
6. Penulisan Kata Depan
Penulisan kata depan (di, ke, dan dari) ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.Contoh:
1. Di mana dia tinggal?
2. Uang ibu disimpan di dalam dompet.
3. Mari berangkat ke sekolah.
7. Penulisan Partikel
Penulisan partikel -lah, -kah, dan -tah dilakukan secara serangkai dengan kata yang mendahuluinya.Contoh:
1. Ambillah kue yang ada di meja!
2. Apakah yang kamu inginkan?
Penulisan partikel pun dilakukan secara terpisah dari kata yang mendahuluinya. Namun, partikel pun yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai.
Contoh:
1. Tidak diminta pun ia akan tetap datang.
2. Jangankan dua kali, sekali pun kakak tidak pernah memujiku.
Penulisan partikel per ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. Namun, aturan ini hanya berlaku untuk ‘per’ yang maknanya adalah ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’.
1. Para tamu undangan masuk ke dalam ruangan satu per satu.
2. Harga pensil itu Rp1000,00 per biji.
Baca juga: Aplikasi Cek Ejaan Bahasa Indonesia yang Perlu Anda Coba
8. Penulisan Singkatan dan Akronim
Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan.Contoh:
1. W.R. Supratman = Wage Rudolf Supratman
2. M.B.A. = master of business administration
Lihat Juga :