11 Contoh Penulisan Kata yang Benar Menurut EYD KBBI, Susun Kalimat Dijamin Akurat
Senin, 28 Agustus 2023 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Singkatan yang terdiri dari huruf awal setiap kata nama lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, lembaga pendidikan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
Contoh:
1. NKRI = Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. UGM = Universitas Gadjah Mada
Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata (bukan nama diri) ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
Contoh:
1. PT = Perseroan Terbatas
2. SD = Sekolah Dasar
Singkatan yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti tanda titik.
Contoh:
1. hlm. = halaman
2. dsb. = dan sebagainya
Singkatan yang terdiri dari dua huruf (yang lazim dipakai dalam surat-menyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik.
Contoh:
1. a.n. = atas nama
2. d.a. = dengan alamat
Penulisan lambang kimia, takaran, timbangan, singkatan satuan ukuran, serta mata uang tidak diikuti tanda titik.
Contoh:
1. Ar = Arsen
2. km = kilometer
Penulisan dengan huruf kapital pada bagian huruf awal setiap kata (tanpa tanda titik) dilakukan pada akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata.
Contoh:
1. BIN = Badan Intelijen Negara
2. LIPI = Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Akronim nama diri berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.
Contoh:
1. Bulog = Badan Urusan Logistik
2. Kaltim = Kalimantan Timur
1. Angka Arab: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
2. Angka Romawi: I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1.000), V̄ (5.000), M̄ (1.000.000)
Penulisan menggunakan huruf untuk bilangan dalam teks (yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata). Namun, ada pengecualian jika bilangan dipakai secara berurutan seperti perincian.
Contoh:
1. Keluarga besarku menyaksikan film dokumenter sampai lima kali.
2. Terdapat lebih dari lima juta eksemplar buku.
Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Namun, jika bilangan pada awal kalimat tidak bisa dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimat diubah.
Contoh:
1. Tiga belas kepala keluarga mendapatkan bantuan dari pemerintah. (benar)
13 kepala keluarga mendapatkan bantuan dari pemerintah. (salah)
2. Lima peserta lomba mengikuti persiapan. (benar)
5 peserta lomba mengikuti persiapan. (salah)
Penulisan menggunakan huruf dapat diterapkan pada angka yang menunjukkan bilangan besar. Tujuannya agar lebih mudah dibaca.
Contoh:
1. Masyarakat tidak mampu mendapatkan bantuan 100 ribu rupiah.
2. Perusahaan itu baru saja mengalami kerugian 2 triliun.
Contoh:
1. Mobil itu sudah kujual.
2. Buku yang sudah dibeli ini boleh kaubaca.
Contoh:
1. Baju itu dikembalikan pada si penjual.
2. Sang harimau tidak mau melepaskan mangsanya.
Contoh:
1. NKRI = Negara Kesatuan Republik Indonesia
2. UGM = Universitas Gadjah Mada
Singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata (bukan nama diri) ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik.
Contoh:
1. PT = Perseroan Terbatas
2. SD = Sekolah Dasar
Singkatan yang terdiri dari tiga huruf atau lebih diikuti tanda titik.
Contoh:
1. hlm. = halaman
2. dsb. = dan sebagainya
Singkatan yang terdiri dari dua huruf (yang lazim dipakai dalam surat-menyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik.
Contoh:
1. a.n. = atas nama
2. d.a. = dengan alamat
Penulisan lambang kimia, takaran, timbangan, singkatan satuan ukuran, serta mata uang tidak diikuti tanda titik.
Contoh:
1. Ar = Arsen
2. km = kilometer
Penulisan dengan huruf kapital pada bagian huruf awal setiap kata (tanpa tanda titik) dilakukan pada akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata.
Contoh:
1. BIN = Badan Intelijen Negara
2. LIPI = Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Akronim nama diri berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.
Contoh:
1. Bulog = Badan Urusan Logistik
2. Kaltim = Kalimantan Timur
9. Penulisan Angka dan Bilangan
Angka Arab atau angka Romawi biasanya dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor.1. Angka Arab: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
2. Angka Romawi: I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1.000), V̄ (5.000), M̄ (1.000.000)
Penulisan menggunakan huruf untuk bilangan dalam teks (yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata). Namun, ada pengecualian jika bilangan dipakai secara berurutan seperti perincian.
Contoh:
1. Keluarga besarku menyaksikan film dokumenter sampai lima kali.
2. Terdapat lebih dari lima juta eksemplar buku.
Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Namun, jika bilangan pada awal kalimat tidak bisa dinyatakan dengan satu atau dua kata, susunan kalimat diubah.
Contoh:
1. Tiga belas kepala keluarga mendapatkan bantuan dari pemerintah. (benar)
13 kepala keluarga mendapatkan bantuan dari pemerintah. (salah)
2. Lima peserta lomba mengikuti persiapan. (benar)
5 peserta lomba mengikuti persiapan. (salah)
Penulisan menggunakan huruf dapat diterapkan pada angka yang menunjukkan bilangan besar. Tujuannya agar lebih mudah dibaca.
Contoh:
1. Masyarakat tidak mampu mendapatkan bantuan 100 ribu rupiah.
2. Perusahaan itu baru saja mengalami kerugian 2 triliun.
10. Penulisan Kata Ganti
Aturan penulisan kata ganti ku- dan kau- ditulis bersambung (serangkai) dengan kata yang mengikutinya. Namun, kata ganti -ku, -mu, dan -nya ditulis bersambung (serangkai) dengan kata yang mendahuluinya.Contoh:
1. Mobil itu sudah kujual.
2. Buku yang sudah dibeli ini boleh kaubaca.
11. Penulisan Kata Sandang
Kata sandang seperti ‘si’ dan ‘sang’ ditulis terpisah dari kata yang mengikuti di belakangnya. Namun, jika ada unsur nama Tuhan ditulis dengan huruf kapital.Contoh:
1. Baju itu dikembalikan pada si penjual.
2. Sang harimau tidak mau melepaskan mangsanya.
(wyn)
Lihat Juga :