Ciptakan Alat Deteksi Stres Atlet E-Sport, Mahasiswa Unair Sabet Juara Internasional
Selasa, 29 Agustus 2023 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengatasi hal itu, tim berinovasi menciptakan alat bantu pendeteksi stress, dengan menginterpretasi perubahan atau anomali fitur Heart Rate Variability secara periodik untuk mengukur tingkat stress pada atlet E-Sport. Melalui alat ini, pihaknya berharap para pemain E-Sport lebih aware terhadap kesehatan mental.
Di samping kebermanfaatan itu, tim FST Unair juga turut mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 dan 4 yang berorientasi pada peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan sehingga mampu mengurangi resiko dan meningkatkan kesadaran kesehatan mental.
Selanjutnya, mengenai pendanaan, Indah Febriani menekankan teman sejawat Unair yang ingin terlibat kompetisi luar negeri, untuk tidak ragu dalam memulai. Pasalnya, kampus tak segan memberikan bantuan, selagi programnya dapat dipertanggung-jawabkan.
“Dana awal kompetisi yang kami gunakan ini dana pribadi. Namun, kami mengajukan dana reimbursement ke pihak kampus internal yakni (FST) dan Pusat Pengelolaan Dana dan Sosial (Puspas) Unair. Selain itu, pihak eksternal yakni (member of ASTRA yaitu United Tractor). Meski tidak 100% terdanai tetapi alhamdulillah uang tersebut cukup sebagai pengganti biaya transportasi dan penginapan di sana,’’ papar Indah.
Ia juga mengingatkan bahwa kuliah adalah masa untuk memulai dan berani melangkah. Lagi pula melibatkan diri dalam ajang kompetisi luar negeri mendapat dua bonus. Pertama, bisa jalan-jalan. Kedua, bisa bertemu tokoh keren yang banyak berbagi pelajaran berharga.
Di samping kebermanfaatan itu, tim FST Unair juga turut mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 dan 4 yang berorientasi pada peningkatan kesehatan mental dan kesejahteraan sehingga mampu mengurangi resiko dan meningkatkan kesadaran kesehatan mental.
Selanjutnya, mengenai pendanaan, Indah Febriani menekankan teman sejawat Unair yang ingin terlibat kompetisi luar negeri, untuk tidak ragu dalam memulai. Pasalnya, kampus tak segan memberikan bantuan, selagi programnya dapat dipertanggung-jawabkan.
“Dana awal kompetisi yang kami gunakan ini dana pribadi. Namun, kami mengajukan dana reimbursement ke pihak kampus internal yakni (FST) dan Pusat Pengelolaan Dana dan Sosial (Puspas) Unair. Selain itu, pihak eksternal yakni (member of ASTRA yaitu United Tractor). Meski tidak 100% terdanai tetapi alhamdulillah uang tersebut cukup sebagai pengganti biaya transportasi dan penginapan di sana,’’ papar Indah.
Ia juga mengingatkan bahwa kuliah adalah masa untuk memulai dan berani melangkah. Lagi pula melibatkan diri dalam ajang kompetisi luar negeri mendapat dua bonus. Pertama, bisa jalan-jalan. Kedua, bisa bertemu tokoh keren yang banyak berbagi pelajaran berharga.
(wyn)
Lihat Juga :