Skripsi Tak Lagi Wajib, JPPI: Pengabdian Masyarakat hingga Penelitian Bisa Jadi Alternatif
Rabu, 30 Agustus 2023 - 14:12 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam konteks pengabdian masyarakat, bisa jadi iya, tapi bentuknya tidak seperti KKN yang sangat instan,” katanya.
Selain itu, Ubaid mengatakan jika ada perubahan aturan seperti skripsi dihapus sudah seharusnya dibarengi perubahan dan penyesuaian standar kelulusan bagi mahasiswa. “Nah ini masalahnya, tidak semua kampus sudah siap. Karena itu butuh dibicarakan bersama terkait ketentuan-ketentuan ini.”
Baca juga: Terkait Tugas Akhir Mahasiswa, P2G: Skripsi Tidak Wajib Bukan Hal Baru
“Semua harus memahami dan bagaimana bisa running di lapangan. Kriteria program penelitiannya bagaimana? Pengabdian masyarakat seperti apa? Inovasi seperti apa? Itu harus dirumuskan,” katanya.
Lebih lanjut, Ubaid mengatakan publikasi jurnal juga bisa menjadi salah satu pengganti skripsi sebagai syarat kelulusan mahasiswa. Mengingat, jurnal sudah mempunyai standar agar bisa dipublikasikan.
“Publikasi jurnal bisa jadi salah satu pengganti skripsi, yang sudah tentu ada standar jurnal yang ditetapkan untuk menghindari asal-asalan di jurnal abal-abal.”
Selain itu, Ubaid mengatakan jika ada perubahan aturan seperti skripsi dihapus sudah seharusnya dibarengi perubahan dan penyesuaian standar kelulusan bagi mahasiswa. “Nah ini masalahnya, tidak semua kampus sudah siap. Karena itu butuh dibicarakan bersama terkait ketentuan-ketentuan ini.”
Baca juga: Terkait Tugas Akhir Mahasiswa, P2G: Skripsi Tidak Wajib Bukan Hal Baru
“Semua harus memahami dan bagaimana bisa running di lapangan. Kriteria program penelitiannya bagaimana? Pengabdian masyarakat seperti apa? Inovasi seperti apa? Itu harus dirumuskan,” katanya.
Lebih lanjut, Ubaid mengatakan publikasi jurnal juga bisa menjadi salah satu pengganti skripsi sebagai syarat kelulusan mahasiswa. Mengingat, jurnal sudah mempunyai standar agar bisa dipublikasikan.
“Publikasi jurnal bisa jadi salah satu pengganti skripsi, yang sudah tentu ada standar jurnal yang ditetapkan untuk menghindari asal-asalan di jurnal abal-abal.”
(nnz)
Lihat Juga :