Hadirkan Beragam Kemeriahan, Gelaran Festival Budayaw IV Kolaborasi Empat Negara Berlangsung Sukses
Rabu, 06 September 2023 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
Dia berharap, pada Festival Budayaw V pada tahun 2025 yang akan digelar di Filipina, selain menikmati budaya, para delegasi dapat berkunjung ke objek-objek wisata, termasuk menikmati kuliner setempat.
“Saat ini kami memiliki banyak program pariwisata, salah satunya kami sedang aktif menggalakkan ‘Halal Tourism’ di Filipina. Beberapa waktu lalu Filipina memenangkan ajang penghargaan sebagai destinasi wisata halal yang ramah muslim. Jadi kami berharap semoga saudara-saudara kita yang muslim bisa berkunjung ke Filipina dan mendapatkan pengalaman ‘Halal Tourism’,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Delegasi Malaysia, Alesia Sion, yang merupakan Wakil Sekretaris Tetap II, Pemerintah Daerah Sabah, Malaysia menuturkan, Festival Budayaw yang digelar di Makassar sangat meriah dan cocok sekali dilaksanakan di tempat yang bersejarah seperti Benteng Rotterdam. Dari Malaysia, seni dan budaya yang ditampilkan dihadirkan dari dua negeri di Borneo, yaitu Serawak dan Sabah.
Di samping itu, Malaysia juga menghadirkan lokakarya kuliner Pinarasakan Sada, salah satu makanan tradisi etnik yang berasal dari pedalaman Sabah, dari suku kaum Kadazan Dusun yang memiliki 35 etnik dan 217 sub-etnik.
“Jadi masakan ini sangat populer di kalangan semua etnik itu. Acara ini harus lanjutkan dan dilestarikan agar keempat negara bisa bersama-sama merasakan pengalaman budaya, kuliner, dan kesenian, sehingga generasi yang akan datang bisa bersama-sama melanjutkan untuk melestarikan warisan budaya,” ujarnya.
Pentas “Budayaw Raya”
Ram Prapanca sebagai dramaturg pertunjukan “Budayaw Raya”, menyampaikan pertunjukan ini menggambarkan keragaman budaya empat negara. Ia mengatakan, keragaman dan perbedaan dalam kebersamaan adalah titik pijak bagi kehidupan yang berkelanjutan.
“Keragaman bukanlah kutukan, tapi berkah bagi semua orang. Ketahuilah, kebersamaan dalam keragaman itu tidak terwujud begitu saja,” tuturnya..
Sementara itu, lanjutnya, kebersamaan adalah sebuah proses tanpa akhir. Berbagai pertentangan senantiasa akan muncul dalam proses itu. Masing-masing berdiri di tempatnya sendiri, melihat segalanya dari ruang dan waktu yang berbeda. Itulah pelangi yang membentang di cakrawala kehidupan.
“Ingatlah, perbedaan akan membentangkan jarak tanpa batas. Tapi di sini, di mana-mana, setiap titik dalam perjalanan ini, kita harus mengikatkan diri dengan orang lain. Kita terpisah, terpecah, menyebar, patah, tumbuh, hilang berganti. Kita bangkit kembali, mengalir, bergerak, berpusar, menyatu dalam ikatan baru, lingkaran baru, kebersamaan baru. Kita rayakan berkah ini, bersama-sama,” katanya.
“Saat ini kami memiliki banyak program pariwisata, salah satunya kami sedang aktif menggalakkan ‘Halal Tourism’ di Filipina. Beberapa waktu lalu Filipina memenangkan ajang penghargaan sebagai destinasi wisata halal yang ramah muslim. Jadi kami berharap semoga saudara-saudara kita yang muslim bisa berkunjung ke Filipina dan mendapatkan pengalaman ‘Halal Tourism’,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Delegasi Malaysia, Alesia Sion, yang merupakan Wakil Sekretaris Tetap II, Pemerintah Daerah Sabah, Malaysia menuturkan, Festival Budayaw yang digelar di Makassar sangat meriah dan cocok sekali dilaksanakan di tempat yang bersejarah seperti Benteng Rotterdam. Dari Malaysia, seni dan budaya yang ditampilkan dihadirkan dari dua negeri di Borneo, yaitu Serawak dan Sabah.
Di samping itu, Malaysia juga menghadirkan lokakarya kuliner Pinarasakan Sada, salah satu makanan tradisi etnik yang berasal dari pedalaman Sabah, dari suku kaum Kadazan Dusun yang memiliki 35 etnik dan 217 sub-etnik.
“Jadi masakan ini sangat populer di kalangan semua etnik itu. Acara ini harus lanjutkan dan dilestarikan agar keempat negara bisa bersama-sama merasakan pengalaman budaya, kuliner, dan kesenian, sehingga generasi yang akan datang bisa bersama-sama melanjutkan untuk melestarikan warisan budaya,” ujarnya.
Pentas “Budayaw Raya”
Ram Prapanca sebagai dramaturg pertunjukan “Budayaw Raya”, menyampaikan pertunjukan ini menggambarkan keragaman budaya empat negara. Ia mengatakan, keragaman dan perbedaan dalam kebersamaan adalah titik pijak bagi kehidupan yang berkelanjutan.
“Keragaman bukanlah kutukan, tapi berkah bagi semua orang. Ketahuilah, kebersamaan dalam keragaman itu tidak terwujud begitu saja,” tuturnya..
Sementara itu, lanjutnya, kebersamaan adalah sebuah proses tanpa akhir. Berbagai pertentangan senantiasa akan muncul dalam proses itu. Masing-masing berdiri di tempatnya sendiri, melihat segalanya dari ruang dan waktu yang berbeda. Itulah pelangi yang membentang di cakrawala kehidupan.
“Ingatlah, perbedaan akan membentangkan jarak tanpa batas. Tapi di sini, di mana-mana, setiap titik dalam perjalanan ini, kita harus mengikatkan diri dengan orang lain. Kita terpisah, terpecah, menyebar, patah, tumbuh, hilang berganti. Kita bangkit kembali, mengalir, bergerak, berpusar, menyatu dalam ikatan baru, lingkaran baru, kebersamaan baru. Kita rayakan berkah ini, bersama-sama,” katanya.
Lihat Juga :