Buat Artikel Ilmiah, Alumnus Unair Ini Berhasil Lulus Kuliah Tanpa Skripsi
Jum'at, 08 September 2023 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai informasi tambahan, EMOSIA merupakan satu aplikasi yang mereka ciptakan untuk anak dengan ASD. Mereka dapat menggunakan aplikasi tersebut untuk mengenali dan mengembangkan emosi yang ada pada dirinya.
Bagi Wahyu, antara lulus dengan skripsi atau tugas pengganti berupa artikel keduanya sama-sama tidak mudah. Ketika memutuskan untuk berpartisipasi dalam ajang PKM, perlu waktu yang panjang dan proses yang tidak mudah untuk melaluinya.
Baca juga: Permendikbudristek 53, Kemendikbudristek Beri Masa Transisi 2 Tahun
“Kalau gak salah itu (perjalanan PKM) berlangsung selama kurang lebih 11 bulan dari awal banget sampai hari H penentuan kelulusan PIMNAS-nya. Kita harus pinter manajemen waktu karena tentunya kita masih mengikuti kuliah dengan bobot dan kesibukannya masing-masing,” ujarnya.
Wahyu sebagai ketua tim waktu itu harus banyak mengatur selama prosesi berlangsungnya kompetisi. Menurutnya, proses itu bertambah sulit karena pada masa itu tengah mewabahnya COVID-19 dan setiap pekerjaan harus berbasis di rumah masing-masing.
Atas keberhasilannya, ia mengucapkan terima kasih kepada setiap pihak yang berjasa di dalamnya. Ia juga secara khusus menyebut dosen pembimbing dan rekan setimnya Arya, Yoga, Nidya, dan Ice yang sudah menemaninya sebagai sejawat pejuang PKM.
Lulus Tanpa Skripsi Tidak Mudah
Bagi Wahyu, antara lulus dengan skripsi atau tugas pengganti berupa artikel keduanya sama-sama tidak mudah. Ketika memutuskan untuk berpartisipasi dalam ajang PKM, perlu waktu yang panjang dan proses yang tidak mudah untuk melaluinya.
Baca juga: Permendikbudristek 53, Kemendikbudristek Beri Masa Transisi 2 Tahun
“Kalau gak salah itu (perjalanan PKM) berlangsung selama kurang lebih 11 bulan dari awal banget sampai hari H penentuan kelulusan PIMNAS-nya. Kita harus pinter manajemen waktu karena tentunya kita masih mengikuti kuliah dengan bobot dan kesibukannya masing-masing,” ujarnya.
Wahyu sebagai ketua tim waktu itu harus banyak mengatur selama prosesi berlangsungnya kompetisi. Menurutnya, proses itu bertambah sulit karena pada masa itu tengah mewabahnya COVID-19 dan setiap pekerjaan harus berbasis di rumah masing-masing.
Atas keberhasilannya, ia mengucapkan terima kasih kepada setiap pihak yang berjasa di dalamnya. Ia juga secara khusus menyebut dosen pembimbing dan rekan setimnya Arya, Yoga, Nidya, dan Ice yang sudah menemaninya sebagai sejawat pejuang PKM.
(nnz)
Lihat Juga :