Mengenal Proof of University Competence yang Diusung Nadiem Makarim
Senin, 11 September 2023 - 13:17 WIB
loading...
A
A
A
Hal tersebut membuat publikasi ilmiah sudah bukan lagi tolok ukur untuk memperlihatkan seberapa berkualitasnya institusi pendidikan, terutama untuk jenjang S1.
Publikasi ilmiah sendiri dinilai kurang tepat untuk memperlihatkan kompetensi yang dimiliki universitas karena dianggap tidak terlalu efektif. Hal ini juga karena segala bentuk usaha yang telah dilalui mahasiswa ketika di kampus hanya didasarkan pada proses bimbingan akhir saja, yang kadang bisa saja tertunda-tunda.
Bahkan penemuan baru atau hasil penelitian implementatif yang bisa diterapkan oleh pemangku kepentingan dan mitra perguruan tinggi, adalah bentuk lainnya yang justru memiliki nilai strategis dan ekonomi.
Meski begitu, publikasi ilmiah ini masihlah sangat ditekankan untuk para mahasiswa S2 dan S3. Karena dalam jenjang pendidikan lanjut ini para mahasiswa sudah memiliki tujuan yang lebih spesifik dalam hal akademik.
Untuk mendukung publikasi ilmiah ini, pihak Kemendikbudristek menyarankan untuk memberikan intensif untuk siapa saja individu yang berhasil melakukan publikasi ilmiah, baik itu intensif berupa biaya penelitian, atau fasilitas berkunjung ke universitas lain di seluruh dunia.
Publikasi ilmiah sendiri dinilai kurang tepat untuk memperlihatkan kompetensi yang dimiliki universitas karena dianggap tidak terlalu efektif. Hal ini juga karena segala bentuk usaha yang telah dilalui mahasiswa ketika di kampus hanya didasarkan pada proses bimbingan akhir saja, yang kadang bisa saja tertunda-tunda.
Bahkan penemuan baru atau hasil penelitian implementatif yang bisa diterapkan oleh pemangku kepentingan dan mitra perguruan tinggi, adalah bentuk lainnya yang justru memiliki nilai strategis dan ekonomi.
Meski begitu, publikasi ilmiah ini masihlah sangat ditekankan untuk para mahasiswa S2 dan S3. Karena dalam jenjang pendidikan lanjut ini para mahasiswa sudah memiliki tujuan yang lebih spesifik dalam hal akademik.
Untuk mendukung publikasi ilmiah ini, pihak Kemendikbudristek menyarankan untuk memberikan intensif untuk siapa saja individu yang berhasil melakukan publikasi ilmiah, baik itu intensif berupa biaya penelitian, atau fasilitas berkunjung ke universitas lain di seluruh dunia.
Lihat Juga :