Cerita Dyana, Anak Petani Wisudawan Termuda UNY Berusia 21 Tahun, Kuliahnya Jurusan Otomotif
Rabu, 13 September 2023 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
Dyana belajar giat dan pada 2019 dia pun diterima sebagai mahasiswa baru di jalur mandiri UNY. “Hal yang saya tanamkan pada diri saya sebelum mengikuti tes, yang penting coba dulu dan usaha yang maksimal," tuturnya.
Dalam proses orientasi jurusan Otomotif D4 2019 yang mayoritas mahasiswanya laki-laki dan perempuan menjadi minoritas, hal tersebut tidak menjadi sebuah permasalahan untuk Dyana karena dengan latar belakang dari SMK dapat beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan baru.
“Semakin berjalannya proses kuliah, saya merasa terbantu oleh teman-teman, mereka memberikan support, membantu, dan mengajari saya materi-materi yang belum saya pahami. Dari penjelasan materi yang diberikan oleh dosen dan teman-teman, memudahkan saya untuk menangkap materi tersebut sehingga saya paham dari penjelasan yang diberikan dan mampu mengerjakan tugas yang diberikan,” ujarnya.
Semasa pandemi Covid-19 dia mengisi waktu kosong dengan bekerja paruh waktu selama satu tahun. Selanjutnya pada 2021 dia mengembangkan softskillm relasi, dan belajar tanggung jawab dengan mengikuti organisasi himpunan mahasiswa.
Baca juga: Beasiswa Populer ke Inggris Sudah Dibuka, Tanpa Batasan Usia, Yuk Daftar Chevening
Di tahun yang sama Dyana juga mengikuti project kelas yang berjumlah 20 orang dengan dibantu oleh Moch. Solikin selaku dosen pembimbing membuat mobil listrik difabel yang nantinya dapat dijadikan sebagai Tugas Akhir Skripsi.
Dari dua kegiatan tersebut menuntutnya untuk menerapkan time management skill agar semua kegiatan dapat berjalan beriringan dan menghasilkan output yang maksimal.
Anak pasangan Tumidi dan Woro Supeni yang berprofesi sebagai petani tersebut mengikuti magang MSIB di PT. INKA (Persero) Madiun. Menurutnya magang di PT INKA dia mendapat banyak ilmu, pengetahuan, dan relasi baru.
Terdapat banyak fasilitas yang memadai bagi mahasiswa, mentor-mentor yang berpengalaman serta project-project yang diberikan sangat membantu dalam proses pengembangan dan persiapan di dunia kerja.
Dalam proses orientasi jurusan Otomotif D4 2019 yang mayoritas mahasiswanya laki-laki dan perempuan menjadi minoritas, hal tersebut tidak menjadi sebuah permasalahan untuk Dyana karena dengan latar belakang dari SMK dapat beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan baru.
“Semakin berjalannya proses kuliah, saya merasa terbantu oleh teman-teman, mereka memberikan support, membantu, dan mengajari saya materi-materi yang belum saya pahami. Dari penjelasan materi yang diberikan oleh dosen dan teman-teman, memudahkan saya untuk menangkap materi tersebut sehingga saya paham dari penjelasan yang diberikan dan mampu mengerjakan tugas yang diberikan,” ujarnya.
Pandemi Isi Waktu Luang dengan Bekerja dan Berorganisasi
Semasa pandemi Covid-19 dia mengisi waktu kosong dengan bekerja paruh waktu selama satu tahun. Selanjutnya pada 2021 dia mengembangkan softskillm relasi, dan belajar tanggung jawab dengan mengikuti organisasi himpunan mahasiswa.
Baca juga: Beasiswa Populer ke Inggris Sudah Dibuka, Tanpa Batasan Usia, Yuk Daftar Chevening
Di tahun yang sama Dyana juga mengikuti project kelas yang berjumlah 20 orang dengan dibantu oleh Moch. Solikin selaku dosen pembimbing membuat mobil listrik difabel yang nantinya dapat dijadikan sebagai Tugas Akhir Skripsi.
Dari dua kegiatan tersebut menuntutnya untuk menerapkan time management skill agar semua kegiatan dapat berjalan beriringan dan menghasilkan output yang maksimal.
Anak pasangan Tumidi dan Woro Supeni yang berprofesi sebagai petani tersebut mengikuti magang MSIB di PT. INKA (Persero) Madiun. Menurutnya magang di PT INKA dia mendapat banyak ilmu, pengetahuan, dan relasi baru.
Terdapat banyak fasilitas yang memadai bagi mahasiswa, mentor-mentor yang berpengalaman serta project-project yang diberikan sangat membantu dalam proses pengembangan dan persiapan di dunia kerja.
Lihat Juga :