10 Tahapan Menulis Karya Ilmiah yang Benar, Calon Peneliti Wajib Tahu
Jum'at, 15 September 2023 - 11:39 WIB
loading...
Setidaknya ada 10 tahapan yang harus dilalui untuk menulis sebuah karya ilmiah yang benar. Salah satunya adalah menemukan ide tulisan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Ini 10 tahapan menulis karya ilmiah yang baik dan benar. Karya ilmiah adalah tulisan yang dibuat oleh penulis atau peneliti dengan tujuan menjelaskan secara logis dan sistematis suatu topik ilmiah kepada pembaca. Tujuan utamanya adalah mencari jawaban dan membuktikan kebenaran tentang topik yang dibahas dalam tulisan.
Karya ilmiah biasanya mengangkat topik kontemporer dan aktual, atau sebagai pengembangan dari penelitian sebelumnya jika tema serupa. Meski saat ini sudah banyak contoh maupun referensi penulisan karya ilmiah, masih saja banyak mahasiswa yang belum memahami sepenuhnya bagaimana menulis karya ilmiah yang benar dan baik.Untuk memberi jawaban atas pertanyaan bagaimana menulis karya ilmiah yang baik, artikel berikut ini akan mengulasnya secara tuntas.
Ide atau topik pembahasan adalah hal penting yang harus ditentukan sebelum menyusun penulisan. Namun, kesulitan utama bagi penulis biasanya adalah kesulitan dalam menemukan ide untuk ditulis.Untuk menemukan ide penulisan, cobalah mulai dengan fenomena kontemporer atau topik-topik yang disukai.
Setelah menemukan ide atau topik pembahasan, selanjutnya latar belakang merupakan bagian awal yang memicu penulis untuk melakukan penulisan tersebut. Kamu boleh memasukan alasan-alasan mengapa memilih topik atau ide tersebut untuk diangkat atau diteliti dalam tulisan.
Penting dalam penulisan, sertakanlah data-data yang mendukung untuk melengkapi mengapa topik tersebut penting untuk dibahas secara jelas dan terperinci.
Ini merupakan bagian yang dirumuskan berbentuk pertanyaan keseluruhan dari topik atau ide yang diangkat sekaligus turunan dari latar belakang. Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.
Baca juga: Karya Ilmiah Dinilai Penting untuk Tingkatkan Kemampuan Dosen
Tujuan penulisan terdapat 3 tujuan secara umum, yaitu penemuan data baru, pembuktian untuk mengatasi keraguan terhadap informasi, pengembangan pengetahuan yang ada.Sementara itu, manfaat penulisan adalah aplikasi hasil penelitian, baik bagi lembaga-lembaga tertentu maupun masyarakat.
Kajian pustaka adalah langkah penting dalam penelitian yang sering diabaikan. Ini melibatkan peninjauan hasil penelitian terdahulu tentang topik yang akan diteliti, membantu memahami konteks penelitian sebelumnya, dan menjelaskan relevansi penelitian saat ini.
Dalam penelitian setidaknya terdapat dua jenis penelitian. Yakni penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, ini menentukan apakah penelitian itu ilmiah atau tidak. Namun, dalam penelitian kualitatif, kajian pustaka adalah opsional karena biasanya langsung berhubungan dengan objek penelitian.
Instrumen penelitian adalah alat atau metode yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur dan mengumpulkan data dalam penelitian mereka, seperti kuesioner, panduan wawancara, atau perangkat pengukuran fisik. Pemilihan instrumen harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan akurasi dan validitas data.
Variabel penelitian adalah "suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan."
Variabel penelitian memiliki beberapa kegunaan, di antaranya untuk mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data, untuk mempersiapkan metode analisis/pengolahan data, serta untuk pengujian hipotesis.
Sedangkan, variabel secara operasional adalah tindakan dengan mendeskripsikan variabel penelitian sedemikian rupa, sehingga variabel tersebut bersifat spesifik dan terukur.
Tidak semua penulisan atau penelitian memiliki hipotesis. Hipotesis sendiri merupakan jawaban sementara dari suatu penelitian yang ditulis terkait fenomena tau topik yang diteliti.
Karya ilmiah biasanya mengangkat topik kontemporer dan aktual, atau sebagai pengembangan dari penelitian sebelumnya jika tema serupa. Meski saat ini sudah banyak contoh maupun referensi penulisan karya ilmiah, masih saja banyak mahasiswa yang belum memahami sepenuhnya bagaimana menulis karya ilmiah yang benar dan baik.Untuk memberi jawaban atas pertanyaan bagaimana menulis karya ilmiah yang baik, artikel berikut ini akan mengulasnya secara tuntas.
10 Cara Menulis Karya Ilmiah yang Benar
1. Pencarian Ide
Ide atau topik pembahasan adalah hal penting yang harus ditentukan sebelum menyusun penulisan. Namun, kesulitan utama bagi penulis biasanya adalah kesulitan dalam menemukan ide untuk ditulis.Untuk menemukan ide penulisan, cobalah mulai dengan fenomena kontemporer atau topik-topik yang disukai.
2. Penyusunan Latar Belakang
Setelah menemukan ide atau topik pembahasan, selanjutnya latar belakang merupakan bagian awal yang memicu penulis untuk melakukan penulisan tersebut. Kamu boleh memasukan alasan-alasan mengapa memilih topik atau ide tersebut untuk diangkat atau diteliti dalam tulisan.
Penting dalam penulisan, sertakanlah data-data yang mendukung untuk melengkapi mengapa topik tersebut penting untuk dibahas secara jelas dan terperinci.
3. Membuat Rumusan Masalah
Ini merupakan bagian yang dirumuskan berbentuk pertanyaan keseluruhan dari topik atau ide yang diangkat sekaligus turunan dari latar belakang. Rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.
Baca juga: Karya Ilmiah Dinilai Penting untuk Tingkatkan Kemampuan Dosen
4. Menyusun Tujuan dan Manfaat Penulisan
Tujuan penulisan terdapat 3 tujuan secara umum, yaitu penemuan data baru, pembuktian untuk mengatasi keraguan terhadap informasi, pengembangan pengetahuan yang ada.Sementara itu, manfaat penulisan adalah aplikasi hasil penelitian, baik bagi lembaga-lembaga tertentu maupun masyarakat.
5. Menyusun Kajian Pustaka
Kajian pustaka adalah langkah penting dalam penelitian yang sering diabaikan. Ini melibatkan peninjauan hasil penelitian terdahulu tentang topik yang akan diteliti, membantu memahami konteks penelitian sebelumnya, dan menjelaskan relevansi penelitian saat ini.
Dalam penelitian setidaknya terdapat dua jenis penelitian. Yakni penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, ini menentukan apakah penelitian itu ilmiah atau tidak. Namun, dalam penelitian kualitatif, kajian pustaka adalah opsional karena biasanya langsung berhubungan dengan objek penelitian.
6. Menyusun Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau metode yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur dan mengumpulkan data dalam penelitian mereka, seperti kuesioner, panduan wawancara, atau perangkat pengukuran fisik. Pemilihan instrumen harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan akurasi dan validitas data.
7. Menyusun Variabel dan Definisi Operasional
Variabel penelitian adalah "suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan."
Variabel penelitian memiliki beberapa kegunaan, di antaranya untuk mempersiapkan alat dan metode pengumpulan data, untuk mempersiapkan metode analisis/pengolahan data, serta untuk pengujian hipotesis.
Sedangkan, variabel secara operasional adalah tindakan dengan mendeskripsikan variabel penelitian sedemikian rupa, sehingga variabel tersebut bersifat spesifik dan terukur.
8. Membuat Hipotesis
Tidak semua penulisan atau penelitian memiliki hipotesis. Hipotesis sendiri merupakan jawaban sementara dari suatu penelitian yang ditulis terkait fenomena tau topik yang diteliti.
Lihat Juga :