Kolaborasi Yayasan Attaqwa dan UMJ Latih Calon Satgas Antikekerasan di Satuan Pendidikan
Jum'at, 22 September 2023 - 03:55 WIB
loading...
Yayasan Attaqwa dan Tim Kedaireka Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berkolaborasi memberikan pelatihan dan pendampingan bagi calon Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Attaqwa dan Tim Kedaireka Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berkolaborasi memberikan pelatihan dan pendampingan bagi calon Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pondok Pesantren , Madrasah, dan Sekolah di lingkungan Perguruan Attaqwa. Kegiatan itu berlangsung pada Senin, 18 September hingga Selasa, 19 September 2023.
Kegiatan tersebut menindaklanjuti Peraturan Perguruan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pesantren/Madrasah/Sekolah Merdeka dari Kekerasan yang merupakan bagian dari kolaborasi antara Yayasan Attaqwa, UMJ, Droupadi, Atiqoh Noer Alie Center, dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui platform Kedaireka.
Sebanyak 89 peserta yang berasal dari 39 sekolah dari pondok pesantren, MTs/SMP, MA/SMA/SMK yang bernaung di bawah Perguruan Attaqwa mengikuti pelatihan tersebut. Latar belakang peserta mulai dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK, penanggung jawab kesantrian dan penanggung asrama.
Baca juga: Majelis Masyayikh Uji Publik Dokumen Standar Mutu Pesantren
Sedangkan para narasumbernya adalah Ahmad Ghozi (Perguruan Attaqwa), Khaerul Umam Noer (UMJ), Ni Loh Gusti Madewanti (Droupadi), Turisih Widiyowati (Umah Ramah), Sipin Putra (Universitas Kristen Indonesia), Lidwina Inge Nurtjahyo (Universitas Indonesia), Theresia Indira Shanti (Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta), dan Asma’ul Khusnaeny (Bale Perempuan).
Kegiatan tersebut menindaklanjuti Peraturan Perguruan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pesantren/Madrasah/Sekolah Merdeka dari Kekerasan yang merupakan bagian dari kolaborasi antara Yayasan Attaqwa, UMJ, Droupadi, Atiqoh Noer Alie Center, dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui platform Kedaireka.
Sebanyak 89 peserta yang berasal dari 39 sekolah dari pondok pesantren, MTs/SMP, MA/SMA/SMK yang bernaung di bawah Perguruan Attaqwa mengikuti pelatihan tersebut. Latar belakang peserta mulai dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK, penanggung jawab kesantrian dan penanggung asrama.
Baca juga: Majelis Masyayikh Uji Publik Dokumen Standar Mutu Pesantren
Sedangkan para narasumbernya adalah Ahmad Ghozi (Perguruan Attaqwa), Khaerul Umam Noer (UMJ), Ni Loh Gusti Madewanti (Droupadi), Turisih Widiyowati (Umah Ramah), Sipin Putra (Universitas Kristen Indonesia), Lidwina Inge Nurtjahyo (Universitas Indonesia), Theresia Indira Shanti (Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta), dan Asma’ul Khusnaeny (Bale Perempuan).
Lihat Juga :