UTA 45 Jakarta Kukuhkan Profesor Farmasi Klinis, Diana Laila Jadi Guru Besar Termuda
Jum'at, 22 September 2023 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
“Kontribusinya akan selalu dinanti untuk membangun bangsa yang lebih kuat, cerdas dan berdaya saing. Semoga keberhasilan dan prestasi menjadi motivasi bagi civitas akademik. Semoga tetap bisa menyalakan api semangat dalam kontribusi kemajuan bangsa,” tuturnya.
Dalam pengukuhan ini Prof Diana Laila Ramatillah memberikan Orasi ilmiah berjudul “Peran Farmasis dalam Penelitian Farmasi Klinis dengan Topik Infeksi Pada Pasien dengan Komorbid Penyakit Degeneratif di Era Pandemi Covid-19”.
Seperti dibuktikan bahwa 26% pasien Covid-19 di Jakarta meninggal karena memiliki comorbidities penyakit degenerative. Hubungan yang signifikan ditemukan antara durasi pengobatan dan penyakit penyerta.
Oleh karena itu, perhatian dan waktu yang besar harus diberikan kepada pasien Covid 19 dengan penyakit penyerta untuk menghindari hasil yang tidak diinginkan lebih lanjut, Beberapa jenis komorbid penyakit degenerative di antaranya adalah gagal ginjal, hypertensi, diabetes millitus, dan hypercholesterolemia.
Baca juga: Dorong Dosen Muda, ITB Targetkan 1.000 Publikasi Bereputasi Tinggi
Pada penelitian ini, hampir semua regimen terapi untuk pasien menggunakan kombinasi dengan klorokuin namun yang memiliki survival analysis (ketahanan hidup) yang paling baik adalah kombinasi Favipiravir dan Klorokuin dengan 100 pasiennya sembuh.
Prof Diana menyampaikan bahwa Farmasi atau apoteker yang dulu hanya fokus pada pembuatan obat, sekarang merupakan bagian dari tim kesehatan yang membantu dan meningkatkan quality of life pasien melalui penggunaan obat yang tepat.
Dalam pengukuhan ini Prof Diana Laila Ramatillah memberikan Orasi ilmiah berjudul “Peran Farmasis dalam Penelitian Farmasi Klinis dengan Topik Infeksi Pada Pasien dengan Komorbid Penyakit Degeneratif di Era Pandemi Covid-19”.
Seperti dibuktikan bahwa 26% pasien Covid-19 di Jakarta meninggal karena memiliki comorbidities penyakit degenerative. Hubungan yang signifikan ditemukan antara durasi pengobatan dan penyakit penyerta.
Oleh karena itu, perhatian dan waktu yang besar harus diberikan kepada pasien Covid 19 dengan penyakit penyerta untuk menghindari hasil yang tidak diinginkan lebih lanjut, Beberapa jenis komorbid penyakit degenerative di antaranya adalah gagal ginjal, hypertensi, diabetes millitus, dan hypercholesterolemia.
Baca juga: Dorong Dosen Muda, ITB Targetkan 1.000 Publikasi Bereputasi Tinggi
Pada penelitian ini, hampir semua regimen terapi untuk pasien menggunakan kombinasi dengan klorokuin namun yang memiliki survival analysis (ketahanan hidup) yang paling baik adalah kombinasi Favipiravir dan Klorokuin dengan 100 pasiennya sembuh.
Prof Diana menyampaikan bahwa Farmasi atau apoteker yang dulu hanya fokus pada pembuatan obat, sekarang merupakan bagian dari tim kesehatan yang membantu dan meningkatkan quality of life pasien melalui penggunaan obat yang tepat.
Lihat Juga :