Menko PMK Minta Kemensos Tak Ambil Alih Sekolah Luar Biasa
Jum'at, 22 September 2023 - 17:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Wapres Berharap UI Lahirkan Pemimpin Berkarakter Baik, Bertakwa, dan Amanah
"Saya bukan ambil alih bukan, tapi bahwa semua anak itu berhak mendapatkan pendidikan apa pun kondisinya itu yang kita utamakan. Nah karena cacatnya bermacam-macam makanya kemudian saya berpikir kalau kita bisa taruhlah nanti bentuknya bukan kami ambil alih kita bisa kerja sama,"kata Mensos kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/9/2023).
Dia mengatakan sebagian besar penyandang disabilitas di Indonesia tidak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan aksesbilitas. Terlebih mereka berada di keluarga tidak mampu.
"Jadi mereka kan tidak bisa sendiri. Dan memang sebagian besar juga dari anak-anak di Disabilitas ini dari keluarga tidak mampu,"katanya.
Dia pun menceritakan sejumlah tantangan yang dihadapi dari sekolah inklusi. Selain dibutuhkan sejumlah fasilitas penunjang, guru yang mengajar pun tidak semua memiliki latar belakang pendidikan inklusi.
"Itu mereka memerlukan treatment-treatment sendiri tidak bisa disamakan semua anak apa, anak disabilitas, tidak bisa," katanya.
Sehingga, dia ingin bekerja sama guna meningkatkan keterampilan para anak-anak di SLB. Risma berharap outputnya adalah mereka dapat mandiri minimal untuk menjalani kegiatan sehari-harinya tanpa bantuan orang lain.
"Saya bukan ambil alih bukan, tapi bahwa semua anak itu berhak mendapatkan pendidikan apa pun kondisinya itu yang kita utamakan. Nah karena cacatnya bermacam-macam makanya kemudian saya berpikir kalau kita bisa taruhlah nanti bentuknya bukan kami ambil alih kita bisa kerja sama,"kata Mensos kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/9/2023).
Dia mengatakan sebagian besar penyandang disabilitas di Indonesia tidak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan aksesbilitas. Terlebih mereka berada di keluarga tidak mampu.
"Jadi mereka kan tidak bisa sendiri. Dan memang sebagian besar juga dari anak-anak di Disabilitas ini dari keluarga tidak mampu,"katanya.
Dia pun menceritakan sejumlah tantangan yang dihadapi dari sekolah inklusi. Selain dibutuhkan sejumlah fasilitas penunjang, guru yang mengajar pun tidak semua memiliki latar belakang pendidikan inklusi.
"Itu mereka memerlukan treatment-treatment sendiri tidak bisa disamakan semua anak apa, anak disabilitas, tidak bisa," katanya.
Sehingga, dia ingin bekerja sama guna meningkatkan keterampilan para anak-anak di SLB. Risma berharap outputnya adalah mereka dapat mandiri minimal untuk menjalani kegiatan sehari-harinya tanpa bantuan orang lain.
Lihat Juga :