Tempe Himetan, Inovasi Mahasiswa FKK UMJ Bagi Penderita Diabetes Melitus

Jum'at, 06 Oktober 2023 - 17:14 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Lindungi Dosen dari Jurnal Predator, UGM Inisiasi Asian Jurnal Network

Sementara itu penelitian kedua yang dilakukan pada 2023, Dinta menghasilkan alur hilirisasi tempe himetan menjadi sebuah produk. Dalam alur hilirisasi yang digambarkan, temuan Dinta dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu sumber kekayaan karena ketersediaan kacang yang sangat banyak di Indonesia dan manfaat yang luar biasa. Penelitian ini mendapat medali emas pada ajang WSEEC 2023 di Universitas Pancasila.

Penelitian ketiga pada 2023 dilakukan dengan membandingkan tempe himetan dengan obat golongan sitagliptin. Obat tersebut digunakan pada pengidap diabetes melitus tipe 2 yang harganya cukup mahal. Dinta melakukan penelitian secara in sillico dan menunjukkan bahwa tempe memiliki efek yang sama dengan sitagliptin. “Artinya tempe bisa menjadi pengganti sitagliptin dan biayanya jauh lebih hemat. Makan tempe berefek pada perbaikan kadar gula darah,” tambah Resna.

Penelitian ini telah dilakukan sejak ia masih duduk di kelas 2 SMA pada 2018 silam. Kesukaannya akan tempe menjadi salah satu dorongan bagi Dinta belajar membuat tempe sekaligus mempelajari kandungan gizi dan manfaat dari tempe. Jenis kacang-kacangan yang mudah ditemukan dan ketersediaan yang cukup banyak di Indonesia menjadi potensi dan peluang untuk memproduksi tempe.

Tidak hanya membuat tempe dari satu jenis kacang, Dinta mencampurkan ketiga jenis kacang yang diklaim memiliki manfaat mengurangi kadar glukosa darah. “Dari berbagai literatur itu maka saya berpikir, kenapa tidak dicampur saja 3 jenis kacang ini menjadi sebuah tempe? Saya rasa mungkin bagus dalam mengurangi kadar gula darah,” ungkap Dinta.
Tempe Himetan, Inovasi Mahasiswa FKK UMJ Bagi Penderita Diabetes Melitus

Mahasiswa FKK UMJ Razandinta (kanan) Tafshiilaa Lubna serta dosen pembimbing penelitian dr Resna Murti Wibowo (kiri) saat diwawancarai UMJ Talks. Foto/Istimewa

Sebelum menemukan formulasi tempe himetan, Dinta terlebih dahulu membuat tempe dari satu jenis kacang. Selain kacang hijau, kacang merah, dan kacang tanah, Dinta mengaku pernah mencoba membuat tempe dari petai cina. Namun hasilnya menurut Dinta tidak memuaskan karena tampilan yang tidak cukup cantik. Dinta meyakini penampilan sebuah makanan menjadi nilai selain dari rasanya yang enak.

Dinta mengaku mulai berani mengklaim bahwa tempe himetan bermanfaat menjadi alternatif makanan pengidap diabetes setelah ia melakukan percobaan awal yang dilakukan pada mencit atau tikus di sebuah laboratorium.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa tikus yang sudah diinjeksi dengan glukosa kemudian diberikan ekstrak tempe menunjukkan signifikansi yang baik dari segi kadar gula. “Maka dari itu saya berani bilang tempe himetan memiliki efek untuk menurunkan kadar gula darah setelah hasil laboratorium itu keluar,” katanya.

Potensi Dinta dalam melakukan penelitian terlihat oleh guru mata pelajaran Kimia pada saat SMA. Sejak saat itu, Dinta dibimbing untuk mengikuti perlombaan. Penelitian tempe himetan ini pun berlanjut saat menjadi mahasiswa FKK UMJ.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peneliti Universitas...
Peneliti Universitas Jember Buktikan Tanaman Liar Kalimantan Efektif Turunkan Gula Darah
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Dari Ruang Kuliah ke...
Dari Ruang Kuliah ke Solusi Nyata: Mahasiswa Rancang Prototipe Inovasi untuk Masyarakat
TurtleSafe Karya Mahasiswa...
TurtleSafe Karya Mahasiswa UNEJ Tembus Forum Internasional
Pameran Panen Karya...
Pameran Panen Karya Vol. 3, Mahasiswa UMB Tampilkan Inovasi Berbasis Proses
Kementerian Kebudayaan...
Kementerian Kebudayaan Gelar Festival Budaya Tempe Goes to UNESCO
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
mGanik Nutrition Hadirkan...
mGanik Nutrition Hadirkan Camilan Rendah Glikemik untuk Diabetes Tipe 2
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Rekomendasi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Berita Terkini
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved