Tiga Kementerian Matangkan Wacana Membuka Sekolah di Zona Kuning
Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan idealnya anak-anak yang melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka itu diantar dan jemput oleh orang tuanya. Alasannya, menggunakan kendaraan pribadi lebih aman. Masalahnya, seberapa banyak orang tua yang bisa melakukan itu.
Selain itu, katanya, ada risiko dari guru dan siswa yang tempat tinggalnya berada di zona merah. Waryono menegaskan ini sebuah pilihan-pilihan yang tidak menguntungkan, maka tetap pertimbangan utamanya kesehatan.(Baca juga: Wacana Buka Sekolah di Zona Kuning, FSGI Minta Pemerintah Jangan Gegabah )
Beberapa pertimbangan dalam wacana pembukaan sekolah di zona kuning adalah belajar daring tidak maksimal dan biayanya cukup besar. Dia mengusulkan ada evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Waryono memaparkan belajar daring akan sulit atau lebih berat bagi pesantren karena terkait dengan pendidikan karakter. Muncul pertanyaan, apakah bisa belajar dari mentransfer pendidikan karakter.
Pandemi COVID-19 ini membuka seluruh wajah dunia pendidikan. Salah satunya, memberikan pelajaran kepada orang tua bahwa tugas guru dalam mendidik anak-anak itu tidak mudah."Orang tua jangan mem-bully guru. Jangan kemudian sedikit-sedikit melaporkan guru ke polisi hanya karena, maaf bukan mengecilkan, mungkin guru menyentuh agak keras," katanya.
Selain itu, katanya, ada risiko dari guru dan siswa yang tempat tinggalnya berada di zona merah. Waryono menegaskan ini sebuah pilihan-pilihan yang tidak menguntungkan, maka tetap pertimbangan utamanya kesehatan.(Baca juga: Wacana Buka Sekolah di Zona Kuning, FSGI Minta Pemerintah Jangan Gegabah )
Beberapa pertimbangan dalam wacana pembukaan sekolah di zona kuning adalah belajar daring tidak maksimal dan biayanya cukup besar. Dia mengusulkan ada evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Waryono memaparkan belajar daring akan sulit atau lebih berat bagi pesantren karena terkait dengan pendidikan karakter. Muncul pertanyaan, apakah bisa belajar dari mentransfer pendidikan karakter.
Pandemi COVID-19 ini membuka seluruh wajah dunia pendidikan. Salah satunya, memberikan pelajaran kepada orang tua bahwa tugas guru dalam mendidik anak-anak itu tidak mudah."Orang tua jangan mem-bully guru. Jangan kemudian sedikit-sedikit melaporkan guru ke polisi hanya karena, maaf bukan mengecilkan, mungkin guru menyentuh agak keras," katanya.
(abd)
Lihat Juga :