Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, dan Contoh Penulisannya

Kamis, 23 November 2023 - 07:45 WIB
loading...
Teks Diskusi: Pengertian,...
Teks diskusi adalah karya tulis yang menyajikan berbagai pendapat atau gagasan dengan sudut pandang yang berbeda mengenai suatu topik. Foto/Freepik/Nakaritore.
A A A
JAKARTA - Teks diskusi adalah karya tulis yang menyajikan berbagai pendapat atau gagasan dengan sudut pandang yang berbeda mengenai suatu topik seperti pendidikan , kesehatan, lingkungan, dan lainnya. Biasanya, teks diskusi disampaikan dengan bahasa yang lugas agar mendorong pembaca untuk berpikir kritis.

Umumnya, teks diskusi disampaikan dalam forum-forum diskusi formal seperti rapat OSIS, rapat karang taruna, rapat RT, rapat desa, hingga rapat terbatas dengan presiden dan menteri-menteri.

Biasanya, teks diskusi diawali dengan topik yang ingin didiskusikan, kemudian diikuti dengan argumen, pendapat, atau gagasan yang berbeda dari berbagai pihak yang terlibat dalam diskusi tersebut. Lalu, teks diskusi diakhiri dengan kesimpulan yang merangkum poin-poin penting dari diskusi.

Teks diskusi dapat berupa esai, debat, dan forum. Untuk memudahkan penulisan teks diskusi, berikut di bawah ini terdapat struktur teks diskusi yang dapat diikuti.

Struktur Teks Diskusi

1. Pendahuluan dan Isu


Pendahuluan dan Isu merupakan bagian pengantar yang berisi informasi latar belakang mengenai topik atau isu yang ingin didiskusikan.

2. Argumen Pendukung


Bagian ini menyajikan argumen atau gagasan yang mendukung topik yang sedang didiskusikan. Argumen harus bersifat objektif dan tidak memihak.

3. Argumen


Bagian ini berisi tanggapan dari argumen yang disajikan sebelumnya, dengan memberi pendapat yang menentang argumen tersebut.

Baca juga: 10 Contoh Teks Inspiratif yang Menarik untuk Dibaca

4. Analisis dan Refleksi


Bagian ini meninjau kembali argumen yang telah disajikan sebelumnya serta memberikan analisis yang dapat membantu memahami poin-poin penting dari diskusi tersebut.

5. Kesimpulan


Kesimpulan merupakan bagian yang berisi rangkuman poin-poin penting dari diskusi dan memberikan saran atau kesimpulan yang menyatukan berbagai pendapat dalam diskusi tersebut.

Berikut Contoh Teks Diskusi Singkat

1. Keputusan Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh


- Pendahuluan dan Isu

Proses pembelajaran secara daring telah dilaksanakan selama dua semester sejak pandemi Covid-19 melanda. Namun, memasuki era new normal pihak Kemendikbudristek mulai mempertimbangkan pertemuan tatap muka di sekolah-sekolah.

Pemerintah pun kemudian memberikan wewenang kepada pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua siswa terkait keputusan diadakannya kembali pembelajaran tatap muka.
Apabila para pemegang wewenang telah sepakat, maka pembelajaran jarak jauh akan dihentikan, dan pembelajaran tatap muka pun dapat dilanjutkan kembali dengan syarat, serta mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

- Argumen Pendukung

Keputusan pemerintah untuk menggelar pembelajaran jarak jauh ketika Covid-19 melanda, sudah menjadi opsi yang tepat dalam rangka menekan penyebaran virus corona secara lebih luas. Khususnya dikalangan anak-anak.

Selain itu, keputusan untuk menghentikan pembelajaran jarak jauh, dan menggantinya dengan belajar tatap muka juga merupakan langkah awal yang tepat untuk memulai kembali kegiatan dunia pendidikan.
Mengingat sudah dua semester para siswa menerima pembelajaran secara online. Proses pembelajaran secara daring dinilai kurang efektif, serta memberatkan para siswa dengan banyaknya tugas online yang dibebankan guru dan sekolah.

- Argumen Tandingan

Akan tetapi, pelaksanaan pertemuan tatap muka dalam skala 100% masih belum tepat mengingat angka infeksi covid-19 yang tinggi. Apalagi ada banyak varian virus baru yang bisa menyerang banyak orang, tak terkecuali anak-anak. Meskipun wilayah sekolah tersebut sudah masuk ke zona hijau, tapi hal tersebut tetap tidak menjamin perhentian penyebaran virus.

- Kesimpulan

Pemerintah mengizinkan kembali pembelajaran tatap muka dengan beberapa syarat. Mengingat banyaknya beban tugas yang diterima siswa selama pembelajaran online. Sudah seharusnya Kemendikbudristek merumuskan kurikulum pembelajaran jarak jauh, agar bisa menjadi acuan setiap sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan secara daring.

2. Daur Ulang Sampah untuk Gaya Hidup Hijau


- Pendahuluan dan Isu

Pemerintah pusat dan daerah sejak beberapa tahun lalu mencoba agar masyarakat lebih mudah menerapkan gaya hidup hijau (green living style). Mereka telah memfasilitasi tong sampah dengan warna yang berbeda, agar masyarakat mengetahui tempat sampah yang tepat untuk membuang sampah. Tak hanya itu, tong sampah berwarna tersebut juga diberi gambar yang menunjukkan benda mana yang boleh dibuang pada masing-masing tong sampah.

- Argumen Pendukung

Langkah tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan daur ulang limbah rumah tangga, dan membantu melindungi lingkungan. Pada setiap kesempatan, berbagai komunitas daerah juga melakukan gerakan kebersihan di masing-masing wilayahnya di Indonesia. Gerakan-gerakan positif ini diharapkan bisa menginspirasi masyarakat untuk selalu peduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

- Argumen Tandingan

Namun, tak sedikit pula orang-orang yang menganggap gagasan daur ulang itu hanya membuang-buang waktu. Mereka tidak mau direpotkan dengan aktivitas memilah sampah, dan Iebih mudah membuang semuanya ke satu tempat sampah. Dapat dikatakan, mereka tidak berpikir dengan apa yang akan terjadi 10, 20, atau 30 tahun kemudian, saat tempat tinggal mereka sudah penuh dengan sampah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahur atau Saur? Ini...
Sahur atau Saur? Ini 10 Kata Baku Seputar Ramadan dengan Penulisan Sesuai KBBI
Hasil TKA 2025 Ungkap...
Hasil TKA 2025 Ungkap Karakter Sosial dan Literasi Murid SMA/SMK Indonesia Kian Kuat
2 Mata Pelajaran yang...
2 Mata Pelajaran yang Bakal Diujikan di TKA SD dan SMP 2026
Universitas Al-Azhar...
Universitas Al-Azhar Kairo Resmikan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia
Inovasi Belajar Digital...
Inovasi Belajar Digital untuk Anak Usia Dini, Bikin Belajar Jadi Lebih Menyenangkan
Bahasa Indonesia Resmi...
Bahasa Indonesia Resmi Dipakai di Sidang Umum UNESCO, Mendikdasmen Bacakan Pantun
Sambut Prabowo, Macron...
Sambut Prabowo, Macron Gunakan Bahasa Indonesia
Uji Materiil UU Bahasa,...
Uji Materiil UU Bahasa, Ahli Hukum: Perjanjian yang Dibuat Hanya Dalam Bahasa Asing Tidak Sah
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Rekomendasi
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved