Minat Baca Siswa Tinggi tapi Literasi Rendah, Kemendikbudristek Ungkap Masalahnya
Selasa, 28 November 2023 - 10:06 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi walaupun hitungannya sudah ratusan miliar. Tetap saja, karena sekolah kita banyak itu ya dari Sabang sampai Merauke ini banyak sekali sekolah itu. Nah kami baru bisa tahun lalu itu mencetak sekitar 15,4 juta yang kemudian dibagikan ke sekitar ke sekitar 20.000 PAUD dan Sekolah Dasar," jelasnya.
Aminudin menuturkan untuk tahun 2024, Kemendikbudristek menargetkan mencetak sekitar 21 juta eksemplar buku bacaan bermutu untuk sekitar 30.000 ribu sekolah.
"Nah, tahun depan kami juga akan mencetak buku dengan kualitas yang sama, judul-judulnya relatif sama, ada penambahan bahkan gitu, dengan jumlah yang lebih besar, Insya Allah. Ini apa? Bentuk komitmen pemerintah untuk menyediakan buku bacaan bermutu itu," paparnya.
Upaya lainnya yang dilakukan Kemendikbudristek adalah mengajak berbagai pihak untuk gotong royong meningkatkan literasi. Mulai dari akademisi, penggiat literasi, kepala sekolah, guru, hingga filantropi.
Salah satunya adalah Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981. Melalui program PINTAR, Tanoto Foundation berupaya meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah melalui inovasi-inovasi pembelajaran, serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.
"Program di Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat ini merupakan program koloborasi pemerintah dengan pusat, Kemendibukristek dengan Tanoto Foundation. Untuk memperluas jaringan pemanfaatan buku bacaan bermutu yang selama ini baru bisa kita siapkan di sekolah-sekolah daerah 3T," terangya.
"Kami berharap tentu saja ini bisa menjadi salah satu model kolaborasi, gotong royong antara pemerintah dengan mitra pembangunan," sambungnya.
Di tempat yang sama, Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation Margaretha Ari Widowati mengatakan mengatakan bahwa masa depan pendidikan Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, Tanoto Foundation sangat senang bisa berkolaborasi dengan Kemendikbudristek.
Aminudin menuturkan untuk tahun 2024, Kemendikbudristek menargetkan mencetak sekitar 21 juta eksemplar buku bacaan bermutu untuk sekitar 30.000 ribu sekolah.
"Nah, tahun depan kami juga akan mencetak buku dengan kualitas yang sama, judul-judulnya relatif sama, ada penambahan bahkan gitu, dengan jumlah yang lebih besar, Insya Allah. Ini apa? Bentuk komitmen pemerintah untuk menyediakan buku bacaan bermutu itu," paparnya.
Upaya lainnya yang dilakukan Kemendikbudristek adalah mengajak berbagai pihak untuk gotong royong meningkatkan literasi. Mulai dari akademisi, penggiat literasi, kepala sekolah, guru, hingga filantropi.
Salah satunya adalah Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981. Melalui program PINTAR, Tanoto Foundation berupaya meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah melalui inovasi-inovasi pembelajaran, serta dukungan terhadap program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.
"Program di Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Barat ini merupakan program koloborasi pemerintah dengan pusat, Kemendibukristek dengan Tanoto Foundation. Untuk memperluas jaringan pemanfaatan buku bacaan bermutu yang selama ini baru bisa kita siapkan di sekolah-sekolah daerah 3T," terangya.
"Kami berharap tentu saja ini bisa menjadi salah satu model kolaborasi, gotong royong antara pemerintah dengan mitra pembangunan," sambungnya.
Di tempat yang sama, Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation Margaretha Ari Widowati mengatakan mengatakan bahwa masa depan pendidikan Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, Tanoto Foundation sangat senang bisa berkolaborasi dengan Kemendikbudristek.
Lihat Juga :