Kemendikbudristek Jelaskan Alasan Penting Indonesia Ikut PISA 2022
Jum'at, 08 Desember 2023 - 11:52 WIB
loading...
A
A
A
"Ini komitmen kita terhadap pentingnya evaluasi sistem pendidikan berdasarkan kualitas hasil belajar meski kita tahu saat diumumkan akan dikritik karena skornya turun," imbuhnya.
Oleh karena, dia mengatakan, alasan Indonesia tetap mengikuti PISA 2022 ini adalah sebagai komitmen Kemendikbudristek terhadap pentingnya data tentang hasil belajar, kualitas pembelajaran sebagai evaluasi, dan juga umpan balik untuk sistem kebijakan pendidikan.
Selain itu dia menuturkan, keikutsertaan Indonesia di PISA sudah tertuang dalam draft UU tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang memerlukan hasil PISA untuk mengukur capaian pembangunan di Indonesia dari lembaga lain yang bereputasi.
Baca juga: Kemenag Latih 54.036 Guru Madrasah untuk Tingkatkan Hasil PISA Indonesia
"Kita perlu evaluasi objektif untuk melihat seberapa baik dan kurang baik sistem penidikan kita dari tahun ke tahunu dilakukan oleh pihak eksternal," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, peringkat hasil belajar literasi Indonesia berhasil naik 5 sampai 6 posisi dibanding hasil PISA 2018. Untuk literasi matematika, peringkat Indonesia di PISA 2022 juga naik 5 posisi, sedangkan untuk literasi sains naik 6 posisi.
PISA diselenggarakan setiap tiga tahun oleh OECD untuk mengukur literasi membaca, matematika, dan sains pada murid berusia 15 tahun. Pada 2022, PISA diikuti oleh 81 negara, yang terdiri dari 37 negara OECD dan 44 negara mitra.
Selain menggunakan PISA, sejak 2021 Indonesia telah melaksanakan Asesmen Nasional (AN) untuk memetakan kualitas pendidikan di setiap sekolah dan daerah secara lebih komprehensif.
Oleh karena, dia mengatakan, alasan Indonesia tetap mengikuti PISA 2022 ini adalah sebagai komitmen Kemendikbudristek terhadap pentingnya data tentang hasil belajar, kualitas pembelajaran sebagai evaluasi, dan juga umpan balik untuk sistem kebijakan pendidikan.
Selain itu dia menuturkan, keikutsertaan Indonesia di PISA sudah tertuang dalam draft UU tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang memerlukan hasil PISA untuk mengukur capaian pembangunan di Indonesia dari lembaga lain yang bereputasi.
Baca juga: Kemenag Latih 54.036 Guru Madrasah untuk Tingkatkan Hasil PISA Indonesia
"Kita perlu evaluasi objektif untuk melihat seberapa baik dan kurang baik sistem penidikan kita dari tahun ke tahunu dilakukan oleh pihak eksternal," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, peringkat hasil belajar literasi Indonesia berhasil naik 5 sampai 6 posisi dibanding hasil PISA 2018. Untuk literasi matematika, peringkat Indonesia di PISA 2022 juga naik 5 posisi, sedangkan untuk literasi sains naik 6 posisi.
PISA diselenggarakan setiap tiga tahun oleh OECD untuk mengukur literasi membaca, matematika, dan sains pada murid berusia 15 tahun. Pada 2022, PISA diikuti oleh 81 negara, yang terdiri dari 37 negara OECD dan 44 negara mitra.
Selain menggunakan PISA, sejak 2021 Indonesia telah melaksanakan Asesmen Nasional (AN) untuk memetakan kualitas pendidikan di setiap sekolah dan daerah secara lebih komprehensif.
Lihat Juga :