Milenial dan Gen-Z Diaspora Indonesia Perkuat Dakwah Islam Moderat di Inggris
Sabtu, 30 Desember 2023 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Di antaranya Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) UK, Muhammadiyah UK, KIBAR, Firdaus UK, Indonesian Islamic Centre (IIC) London, dan Fatayat NU UK.
Dito menerangkan sejumlah pengajian ibu-ibu diaspora juga terus menjalankan perannya dalam membangun citra positif Islam moderat Indonesia di Inggris.
“Melalui kegiatan dakwah, seminar/dialog publik, dan dialog antaragama, mereka berusaha menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang Islam dan mengatasi stereotip negatif yang sering kali melekat pada umat Islam,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (30/12/2023).
Namun demikian, data wawancara oleh peneliti dan mahasiswa Ph.D di Oxford University Irfan L. Sarhindi menemukan fakta bahwa masih kurangnya eksposur dan ketidakpercayaan diri menjadi faktor utama, mengapa dakwah Islam moderat Indonesia di Inggris dirasa belum optimal.
“Dibandingkan dengan komunitas Muslim dari negara-negara seperti Pakistan, Bangladesh, Maroko, dan Timur Tengah lainnya, diaspora Indonesia dianggap kurang terbuka dan kurang berpengaruh dalam menyebarkan ajaran Islam”, terang Irfan.
Irfan sangat mengapresiasi segala bentuk kontribusi positif dakwah Muslim Diaspora Indonesia di Inggris. "Ada anggapan bahwa Indonesia adalah negara Muslim pinggiran’ yang jauh dari pusat peradaban Islam pertama di dunia, yang menghambat peran aktifnya dalam dakwah", jelasnya
Upaya untuk mengatasi tantangan ini, kata para Periset salah satunya adalah melalui organisasi-organisasi yang memiliki visi kuat dalam menyebarkan Islam moderat di luar negeri. “Misalnya Fatayat NU UK, sebuah organisasi yang baru-baru ini didirikan dan diresmikan pada 2 Juli 2023”.
Dito menerangkan sejumlah pengajian ibu-ibu diaspora juga terus menjalankan perannya dalam membangun citra positif Islam moderat Indonesia di Inggris.
“Melalui kegiatan dakwah, seminar/dialog publik, dan dialog antaragama, mereka berusaha menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang Islam dan mengatasi stereotip negatif yang sering kali melekat pada umat Islam,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (30/12/2023).
Namun demikian, data wawancara oleh peneliti dan mahasiswa Ph.D di Oxford University Irfan L. Sarhindi menemukan fakta bahwa masih kurangnya eksposur dan ketidakpercayaan diri menjadi faktor utama, mengapa dakwah Islam moderat Indonesia di Inggris dirasa belum optimal.
“Dibandingkan dengan komunitas Muslim dari negara-negara seperti Pakistan, Bangladesh, Maroko, dan Timur Tengah lainnya, diaspora Indonesia dianggap kurang terbuka dan kurang berpengaruh dalam menyebarkan ajaran Islam”, terang Irfan.
Irfan sangat mengapresiasi segala bentuk kontribusi positif dakwah Muslim Diaspora Indonesia di Inggris. "Ada anggapan bahwa Indonesia adalah negara Muslim pinggiran’ yang jauh dari pusat peradaban Islam pertama di dunia, yang menghambat peran aktifnya dalam dakwah", jelasnya
Upaya untuk mengatasi tantangan ini, kata para Periset salah satunya adalah melalui organisasi-organisasi yang memiliki visi kuat dalam menyebarkan Islam moderat di luar negeri. “Misalnya Fatayat NU UK, sebuah organisasi yang baru-baru ini didirikan dan diresmikan pada 2 Juli 2023”.
Lihat Juga :