Ornamen Header
Pembukaan Sekolah di Zona Kuning, KPAI: Tanpa Persiapan Akan Membahayakan
Pembukaan Sekolah di Zona Kuning, KPAI: Tanpa Persiapan Akan Membahayakan
KPAI sebut pembukaan sekolah di zona kuning apabila tanpa persiapan yang komprehensif akan membahayakan keselamatan dan kesehatan anak-anak, guru, dan tenaga kependidikan. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah mengizinkan daerah berstatus zona kuning bisa membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan tanpa persiapan yang komprehensif akan membahayakan keselamatan dan kesehatan anak-anak, guru, dan tenaga kependidikan.

Berdasarkan penelusuran KPAI, ada satu siswa yang terinfeksi Covid-19 di Kota Tegal. Padahal, saat itu Tegal merupakan zona hijau. Kasus-kasus Covid-19 juga terjadi di beberapa pesantren di Ponorogo, Kota Tangerang, Wonogiri, Pati, dan Agam. (Baca juga: KPAI Sayangkan Pemerintah Buka Sekolah di Zona Kuning)

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengungkap ada delapan guru dan 14 pelajar di Kalimantan Barat terindikasi terinfeksi Covid-19. Itu terdeteksi dari pemeriksaan rapid test yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka membuka sekolah tatap muka. Retno menegaskan pengetesan itu penting untuk mencegah penularan virus Sars Cov-II di lingkungan sekolah. Kasus-kasus itu menunjukkan pembukaan sekolah tanpa persiapan yang jelas dan terukur akan sangat membahayakan kesehatan nyawa anak-anak, guru, dan tenaga kependidikan.

“KPAI mendorong penyiapannya tidak hanya urusan infrastruktur, seperti wastafel, sabun, disinfektan, dan lain-lain. Namun, juga perlu menyiapkan kormalan baru saat pembelajaran tatap muka dilakukan,” kata Retno melalui keterangan tertulis, Rabu (12/8/2020). (Baca juga: Sekolah di Zona Kuning Harus Menenangkan)



KPAI menemukan sekolah yang membuka pembelajaran tatap muka di zona hijau tidak mengisi daftar periksa di aplikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal ini perlu menjadi perhatian Inspektorat Kemendikbud dan daerah untuk memastikan anak-anak terlindungi saat pembelajaran tatap muka. Retno menjelaskan persiapan sekolah yang tidak maksimal dan memenuhi protokol Covid-19 akan berpotensi membahayakan keselamatan dan kesehatan anak-anak. Kepercayaan dan keberanian orang tua untuk melepas anaknya belajar tatap muka sangat bergantung pada persiapan konsep regulasi dan praktek nyata.

“Anak menjadi cerdas atau memiliki kompetensi akademik di saat pandemi Covid-19 adalah tujuan akhir dari rencana membuka sekolah. Target pertama dan utama sebagai skala prioritas pembukaan sekolah adalah penjagaan anak agar tetap sehat,” katanya.
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!