Berjumpa dengan Menlu Retno, SMA Labschool Jakarta Wakili Indonesia pada Simulasi Sidang PBB di AS
Sabtu, 27 Januari 2024 - 15:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Labschool Berikan Ruang Aktualisasi Siswa lewat Konser Musik Klasik
"Kesempatan mahal bagi siswa kami membangun dialog dalam kebinekaan global, nalar kritis, mensimulasikan diri seperti diplomat, dan kreatif membuat resolusi. Menjadi wujud nyata pengembangan Profil Pelajar Pancasila dalam implementasi kurikulum merdeka," ucapnya.
Dia melanjutkan, para siswa sudah mengikuti serangkaian pelatihan selama empat bulan di sekolah.
"Kami ingin performa siswa optimal. Kesempatan luar biasa memenuhi undangan Harvard. Meskipun kompetisi menang kalah biasa. Tapi membangun percaya diri dan mengasah kepemimpinan di antara 4.000 siswa dari 50 negara, itu yang luar biasa," ungkap doktor UNJ ini.
Muhammad Rafi Rahmadana salah satu delegasi mengatakan, menginjakkan kaki di Amerika Serikat lalu mengikuti HMUN dan berkunjung ke Universitas Harvard adalah impiannya.
"Rangkaian HMUN itu lumayan berat, kami dilatih berbulan-bulan untuk debat, negosiasi, memimpin aliansi, riset, membuat position paper. Apalagi di sini sedang musim dingin sampai minus 7 derajat, beda banget sama Indonesia. Tapi saya terharu bahagia bisa ke Harvard," pungkasnya.
"Kesempatan mahal bagi siswa kami membangun dialog dalam kebinekaan global, nalar kritis, mensimulasikan diri seperti diplomat, dan kreatif membuat resolusi. Menjadi wujud nyata pengembangan Profil Pelajar Pancasila dalam implementasi kurikulum merdeka," ucapnya.
Dia melanjutkan, para siswa sudah mengikuti serangkaian pelatihan selama empat bulan di sekolah.
"Kami ingin performa siswa optimal. Kesempatan luar biasa memenuhi undangan Harvard. Meskipun kompetisi menang kalah biasa. Tapi membangun percaya diri dan mengasah kepemimpinan di antara 4.000 siswa dari 50 negara, itu yang luar biasa," ungkap doktor UNJ ini.
Muhammad Rafi Rahmadana salah satu delegasi mengatakan, menginjakkan kaki di Amerika Serikat lalu mengikuti HMUN dan berkunjung ke Universitas Harvard adalah impiannya.
"Rangkaian HMUN itu lumayan berat, kami dilatih berbulan-bulan untuk debat, negosiasi, memimpin aliansi, riset, membuat position paper. Apalagi di sini sedang musim dingin sampai minus 7 derajat, beda banget sama Indonesia. Tapi saya terharu bahagia bisa ke Harvard," pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :