Ornamen Header
UI dan BAPETEN Perpanjang Kerja Sama Pengawasan Tenaga Nuklir
UI dan BAPETEN Perpanjang Kerja Sama Pengawasan Tenaga Nuklir
UI dan Bapeten memperpanjang kerja sama dalam meningkatkan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Foto/R Ratrna Purnama
DEPOK - Universitas Indonesia dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) kembali memperpanjang kerja sama dalam meningkatkan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Acara penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (NKB) berlangsung secara daring dari Gedung Rektorat UI Kampus Depok dan Auditorium Gedung BAPETEN di Jakarta, Rabu (12/8).

Penandatanganan NKB dilakukan secara langsung oleh Kepala BAPETEN Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto dan Rektor UI Prof. Ari Kuncoro dan disaksikan oleh para undangan, di antaranya Wakil Rektor UI Bidang Riset dan Inovasi Prof. Abdul Haris, Wakil Rektor UI Bidang SDM dan Aset Muhammad Luthfi Zuhdi, Kepala Badan Kerja Sama, Ventura dan Digital UI Prof. Dedi Priadi, DEA, Para Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BAPETEN, Para Dekan UI, serta Direktur Kerja Sama UI.

Kerja sama antara BAPETEN dan UI ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, dan ketenteraman pekerja, masyarakat, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup untuk mewujudkan peningkatan efektivitas pengawasan ketenaganukliran melalui pengembangan sumber daya manusia dengan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. (Baca juga: Update Kasus Corona: 130.718 Positif, 85.798 Sembuh, 5.903 Meninggal)

Rektor UI, Ari Kuncoro dalam sambutannya menuturkan, BAPETEN-UI telah bekerja sama sejak 2015 dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dengan sejumlah fakultas di UI yakni, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, dan Fakultas MIPA.

Pada FMIPA UI, selama ini BAPETEN telah menjalin kerja sama, khususnya dengan bidang Fisika Medis Departemen Fisika FMIPA UI, di antaranya menggelar pelatihan dan pengukuran dosis sinar-X bidang radiologi. “Selain itu, sebagai implementasi kerja sama pentahelix, UI dan BAPETEN juga menggandeng International Atomic Energy Agency/IAEA dan User atau Industri alat kesehatan. Akibat perkembangan yang pesat tersebut, UI juga akan membuka program studi Fisika Medis Departemen Fisika FMIPA UI,” katanya, Rabu (12/8).



Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto menyampaikan bahwa kerja sama antara BAPETEN – UI telah berjalan dengan efektif. “Kerja sama antara kedua instansi ini penting, mengingat BAPETEN sebagai Badan Pengawas memerlukan keterlibatan dan masukan dari akademisi dan tenaga ahli yang memiliki kompetensi di berbagai aspek yang penting dalam rangka membantu BAPETEN dalam meningkatkan pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir, dan UI tidak diragukan lagi, memiliki semua kepakaran dan kompetensi tersebut,” kata Jazi. (Baca juga: Kominfo Akui Pemerintah Belum Siap Integrasikan Data dalam Satu Sistem)

Bentuk konkret kerja sama yang sudah dilakukan selama lima tahun terakhir (2015-2019) di antaranya adalah Kajian terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 yang diselenggarakan pada 24 April 2015 - 4 Desember 2015 (Fakultas Hukum UI); Kajian Pembatas Dosis (Dose Constraint) untuk Petugas Bidang Kesehatan yang diselenggarakan pada 1 Juli 2015 - 30 November 2015 (Fakultas MIPA UI).

Lainnya, pelaksanaan Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-X di Wilayah Indonesia Timur dan beberapa wilayah Indonesia lainnya yang diselenggarakan antara 2015–2019 (Fakultas MIPA UI); Reviu dan Penilaian Laporan Pelaksanaan Sistem Manajemen Evaluasi Tapak (SMET) Reaktor Daya Nonkomersial (RDNK) yang diselenggarakan pada 23 Februari 2016-31 Agustus 2016 (Pengkajian Energi Fakultas Teknik UI).

Sebagai bentuk implementasi Nota Kesepakatan Bersama, dalam waktu dekat BAPETEN dan FMIPA UI akan menyelenggarakan Seminar Daring Keselamatan Nuklir (SKN) yang rencananya akan dilaksanakan pada Oktober 2020 dengan mengusung tema “Innovations to Support Nuclear Safety and Security for Advanced Human Resources and Excellent Indonesia.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!