Kisah Zachra Pradipta, Diaspora Muda Indonesia yang Sukses Jadi Lead Designer di Amazon Alexa
Selasa, 06 Februari 2024 - 10:55 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu project yang dibuat Zachra bersama sejumlah murid lain adalah Moment. Dia mengerjakan proyek ini selama 10 minggu dan dilombakan di ajang Red Dot Award, salah satu kompetisi paling bergengsi di dunia desain.
“Moment ini adalah sebuah device wearable yang bisa digunakan oleh pengguna tunanetra untuk bantu menghindari hambatan sejenak saat berjalan di tempat umum, atau ramai, atau pun jika mereka tidak ingin memegang benda-benda asing. Device ini akan memberi navigasi untuk pengguna dengan sensor,” jelas Zachra.
Sekarang, Zachra bekerja full time di Amazon Alexa. Selama hampir 3 tahun di Amazon, dia sudah naik jabatan dari entry-level UX designer jadi lead designer buat tim Alexa Communications.
Amazon Alexa adalah asisten virtual yang dikembangkan oleh Amazon, dan terutama digunakan dalam jajaran perangkat Echo perusahaan. Alexa dirancang untuk merespons perintah suara dan melakukan berbagai tugas, seperti memutar musik, memberikan informasi cuaca, hingga menjawab pertanyaan.
Zachra berbagi tips untuk anak muda lainnya yang ingin kuliah di luar negeri dan juga bekerja. Pertama adalah berani keluar dari zona nyaman. Kedua, menjaga keseimbangan antara akademis dan kehidupan sosial lalu berkenalan dengan teman-teman internasional dan lokal.
“Hubungan ini tidak hanya akan memperluas jaringan sosial, tetapi juga membuat perjalanan akademis lebih memuaskan. Keunggulan yang saya rasakan dari pengalaman saya itu bisa lebih mengerti sistem kerja di luar,” kata Zachra.
Saat ini, Zachra masih ingin berkarier di Amerika Serikat. Dia masih mau mencoba untuk terus belajar dari semua pengalaman yang diterimanya.
“Seandainya saya balik untuk kerja di Indonesia, saya ingin bekerja di bidang desain atau tempat dimana desain dapat mempunyai dampak dalam keputusan-keputusan yang diambil dalam sehari-hari,” pungkas Zachra.
“Moment ini adalah sebuah device wearable yang bisa digunakan oleh pengguna tunanetra untuk bantu menghindari hambatan sejenak saat berjalan di tempat umum, atau ramai, atau pun jika mereka tidak ingin memegang benda-benda asing. Device ini akan memberi navigasi untuk pengguna dengan sensor,” jelas Zachra.
Sekarang, Zachra bekerja full time di Amazon Alexa. Selama hampir 3 tahun di Amazon, dia sudah naik jabatan dari entry-level UX designer jadi lead designer buat tim Alexa Communications.
Amazon Alexa adalah asisten virtual yang dikembangkan oleh Amazon, dan terutama digunakan dalam jajaran perangkat Echo perusahaan. Alexa dirancang untuk merespons perintah suara dan melakukan berbagai tugas, seperti memutar musik, memberikan informasi cuaca, hingga menjawab pertanyaan.
Zachra berbagi tips untuk anak muda lainnya yang ingin kuliah di luar negeri dan juga bekerja. Pertama adalah berani keluar dari zona nyaman. Kedua, menjaga keseimbangan antara akademis dan kehidupan sosial lalu berkenalan dengan teman-teman internasional dan lokal.
“Hubungan ini tidak hanya akan memperluas jaringan sosial, tetapi juga membuat perjalanan akademis lebih memuaskan. Keunggulan yang saya rasakan dari pengalaman saya itu bisa lebih mengerti sistem kerja di luar,” kata Zachra.
Saat ini, Zachra masih ingin berkarier di Amerika Serikat. Dia masih mau mencoba untuk terus belajar dari semua pengalaman yang diterimanya.
“Seandainya saya balik untuk kerja di Indonesia, saya ingin bekerja di bidang desain atau tempat dimana desain dapat mempunyai dampak dalam keputusan-keputusan yang diambil dalam sehari-hari,” pungkas Zachra.
(nnz)
Lihat Juga :