Kisah Zachra Pradipta, Diaspora Muda Indonesia yang Sukses Jadi Lead Designer di Amazon Alexa
Selasa, 06 Februari 2024 - 10:55 WIB
loading...
A
A
A
Seiring perjalanan waktu, UX Design menjadi lebih dari sekadar jurusan bagi Zachra tapi juga sudah menjadi keluarga. Dia ditantang dan juga dibantu Profesor Yee Eun Yoon untuk menyempurnakan proses dan teknik desain yang dibuatnya.
Memasuki tahun ketiga kuliah, Zachra mulai mencoba untuk magang. Tujuannya adalah Amazon.
“Pada saat magang di Amazon dari Juni hingga Agustus 2020, saya bekerja sebagai UX design intern di mana saya membantu designer yang kerja full time. Saya juga diberikan tugas lain yang bisa dikerjakan sendiri,”ujar Zachra.
Zachra menjelaskan, ada banyak manfaat yang dirasakan ketika dirinya magang di Amazon salah satunya bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
“Ini kesempatan untuk meluaskan lingkaran networking. Saya dapat membangun hubungan dengan para profesional dari berbagai negara, yang mungkin membuka pintu untuk peluang kolaborasi dan proyek di masa depan,” tegas Zachra.
Zachra juga sering mengadakan acara untuk murid-murid di kampusnya. Seperti design sprint atau kompetisi di mana banyak industri profesional datang untuk jadi mentor dan juri. Ada hadiah USD15 ribu bagi murid-murid yang menang.
Baca juga: Diaspora di AS Sosialisasikan 21 Program Unggulan Ganjar-Mahfud
“Jadi peranan saya di dalam acara ini itu dulunya event director dan coordinator selama 2 tahun, tujuan acara ini untuk memberi murid-murid kesempatan untuk buat product/concept dan pitching ide ini di depan industri profesional ini. Tapi partisipasi saya bukan hanya waktu sekolah saja, setelah lulus saya masih ikut acara-acara di kampus beberapa bulan sekali sebagai mentor,” lanjut Zachra.
Memasuki tahun ketiga kuliah, Zachra mulai mencoba untuk magang. Tujuannya adalah Amazon.
“Pada saat magang di Amazon dari Juni hingga Agustus 2020, saya bekerja sebagai UX design intern di mana saya membantu designer yang kerja full time. Saya juga diberikan tugas lain yang bisa dikerjakan sendiri,”ujar Zachra.
Zachra menjelaskan, ada banyak manfaat yang dirasakan ketika dirinya magang di Amazon salah satunya bisa bersosialisasi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
“Ini kesempatan untuk meluaskan lingkaran networking. Saya dapat membangun hubungan dengan para profesional dari berbagai negara, yang mungkin membuka pintu untuk peluang kolaborasi dan proyek di masa depan,” tegas Zachra.
Zachra juga sering mengadakan acara untuk murid-murid di kampusnya. Seperti design sprint atau kompetisi di mana banyak industri profesional datang untuk jadi mentor dan juri. Ada hadiah USD15 ribu bagi murid-murid yang menang.
Baca juga: Diaspora di AS Sosialisasikan 21 Program Unggulan Ganjar-Mahfud
“Jadi peranan saya di dalam acara ini itu dulunya event director dan coordinator selama 2 tahun, tujuan acara ini untuk memberi murid-murid kesempatan untuk buat product/concept dan pitching ide ini di depan industri profesional ini. Tapi partisipasi saya bukan hanya waktu sekolah saja, setelah lulus saya masih ikut acara-acara di kampus beberapa bulan sekali sebagai mentor,” lanjut Zachra.
Lihat Juga :