Ada Sanksi Blacklist yang Berlaku di SNBP 2024, Pejuang PTN Hati-hati Ya

Jum'at, 16 Februari 2024 - 12:40 WIB
loading...
Ada Sanksi Blacklist...
Calon peserta SNBP 2024 diminta teliti dan hati-hati karena ada sanksi blacklist yang berlaku 2 tahun. Foto/Kalbis Institute.
A A A
JAKARTA - Pendaftaran SNBP 2024 sudah dibuka. Calon peserta pun diminta teliti dan hati-hati karena ada sanksi blacklist yang berlaku dan bisa merugikan peserta.

Hal ini mengemuka di diskusi Unesa Virtual Campus Expo (UVCE). Ada sejumlah narasumber yang hadir memberikan informasi mengenai ketentuan, syarat, cara daftar, kiat memilih jurusan dan fakultas di Unesa.

Kepala Subdirektorat Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Unesa Sukarmin menjelaskan, ada perbedaan ketentuan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2024 dengan sebelumnya. Perbedaan yang dimaksud sebagai berikut:

Baca juga: Unpad Tambah Kuota Mahasiswa Baru di SNBP 2024, Peluang Masuk Lebih Besar

Pertama, akun. Ketentuan tahun ini yaitu peserta harus sudah membuat akun yang digunakan untuk dua seleksi sekaligus yaitu SNBP dan juga Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Kedua mengenai sanksi. Tahun kemarin ketika peserta lolos SNBP kemudian tidak dijalani, sanksinya hanya berhenti di SNBT. Namun pada 2024 ini, bagi peserta yang dinyatakan lolos SNBP kemudian tidak daftar ulang, maka dikenakan sanksi tidak bisa ikut UTBK-SNBT dan tidak bisa ikut seleksi jalur Mandiri di perguruan tinggi manapun se-Indonesia.

Selain itu, sanksi tersebut juga berlaku sampai dua tahun ke depan. Dengan kata lain, peserta yang sudah dinyatakan lolos kemudian tidak menggunakan kesempatan itu, maka dia tidak bisa ikut seleksi SNBP-SNBT maupun jalur mandiri di perguruan tinggi lain di Indonesia selama dua tahun ke depan.

Baca juga: Cegah Banyak Siswa Tak Bisa Daftar SNBP 2024, Pengisian PDSS Diperpanjang

Dengan beratnya saksi tersebut, diharapkan kepada peserta agar bisa memilih prodi yang benar-benar diminati, agar tidak ada penyesalan dan keinginan untuk pindah prodi, karena itu sudah ada sanksi beratnya.

"Terkait ketentuan memilih prodi, bahwa itu tidak ada perbedaan dengan sebelumnya, peserta bebas memilih prodi mana yang dia inginkan," dikutip dari laman Unesa, Jumat (16/2/2024).

Dengan kata lain, jurusan yang dipilih di perguruan tinggi tidak ada batasan apakah sesuai dengan jurusannya waktu di SMA atau tidak. Namun, ia menekankan, kendati diberi kebebasan memilih prodi, tetapi yang perlu diperhatikan yaitu peserta harus mengukur kemampuan diri dan memilih prodi yang sesuai kemampuan tersebut.

Sebagai contoh, waktu di SMA si A jurusannya IPS, ketika masuk perguruan tinggi memilih prodi Matematika. Karena persilangan jurusan atau prodi begitu jauh, dikhawatirkan si A tersebut membutuhkan proses adaptasi yang tidak mudah dan tantangan saat menjalani kuliah.

"Perlu diingat baik-baik peserta bahwa jangan hanya memikirkan asal bisa masuk kuliah di prodi manapun, tetapi pikirkan bagaimana proses dan keluarnya nanti. Bisa masuk, tetapi gak bisa keluar kan repot juga nanti," ucap dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu.

Sukarmin menyarankan agar dalam memilih jurusan kuliah yang disesuaikan dengan kemampuan peserta, agar memudahkan proses adaptasi selama belajar dan lulus kuliah tepat waktu.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
TKA SMA 2026 Dimajukan...
TKA SMA 2026 Dimajukan untuk SNBP 2027, Ini Jadwal Resminya
PTN Favorit dengan Pendaftar...
PTN Favorit dengan Pendaftar UTBK SNBT Terbanyak 3 Tahun Terakhir
Perjuangan Teuku Feroz...
Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
UI Sanksi 15 Mahasiswa...
UI Sanksi 15 Mahasiswa Fakultas Hukum terkait Pelecehan Chat Mesum, Skorsing 1-3 Semester
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Rekomendasi
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Berita Terkini
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan 3T: Dari Ruang Kelas Baru hingga Pembelajaran Digital
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved