Mengenal Jenis-jenis Konjungsi dan Contoh Penggunaannya
Kamis, 07 Maret 2024 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Contoh kalimat konjungsi subordinatif konsesif: “Pamanku selalu terlihat bahagia, biarpun dia tidak memiliki banyak harta lagi”
f. Konjungsi subordinatif hasil
Konjungsi yang menyatakan salah satu unsur klausa merupakan hasil klausa sebelumnya. Contohnya sehingga, maka(nya).
Contoh kalimat konjungsi subordinatif hasil: “Anis jatuh dari motor sehingga membuatnya patah tulang”
g. Konjungsi subordinatif sebab
Fungsinya menyatakan adanya hubungan sebab di antara dua klausa. Contohnya karena, oleh karena, sebab.
Contoh kalimat konjungsi subordinatif sebab: “Janggar ketinggalan bus karena terlambat bangun”
h. Konjungsi subordinatif untuk komplementasi
Fungsinya menerangkan suatu klausa merupakan pelengkap klausa sebelumnya. Contohnya kata ‘bahwa’.
Contoh kalimat konjungsi subordinatif komplementasi: “ Wowo menyebut bahwa bukunya akan laris manis”
i. Konjungsi subordinatif cara
Fungsinya menjelaskan bahwa suatu klausa adalah cara dari sebuah kegiatan yang dijelaskan sebelumnya. Contohnya kata ‘dengan, tanpa’.
Contoh kalimat konjungsi subordinatif cara: “Hari ini, Mahmud belajar memasak dengan bahan seadanya.
j. Konjungsi subordinatif perbandingan
Fungsinya menyatakan adanya hubungan perbedaan atau kesamaan di antara dua klausa. Contohnya kata ‘lebih dari, sama dengan’.
Contoh kalimat konjungsi subordinatif perbandingan: “Raka menjadi murid terganteng di kelas, lebih dari Imin yang menjadi seorang model.
Konjungsi korelatif adalah penghubung dua kata, frasa, atau klausa yang kedua unsurnya memiliki fungsi sintaksis sama atau setara. Contoh jenis konjungsi ini seperti ‘jangankan… pun…’, ‘bukannya… melainkan…’, ‘bukan… hanya…’, dan lainnya.
Contoh penggunaan konjungsi korelatif:
-Geri tidak hanya kalah telak, tetapi juga menjadi pasangan paling malang dalam sejarah pemilihan OSIS.
-Bukannya tidak ingin masuk sekolah, melainkan tidak punya uang untuk membayar SPP.
-Jangankan membentak, berbicara pun dia malu-malu.
Konjungsi ini menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain. Konjungsi antarkalimat selalu digunakan di awal kalimat baru yang ditandai dengan huruf kapital dan diikuti tanda koma.
Contoh konjungsi antarkalimat:
a. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan pertentangan dengan kalimat sebelumnya.
Contoh kata sambungnya seperti ‘Biarpun demikian, Sekalipun demikian, Walaupun demikian, Walaupun begitu, Meskipun demikian, Meskipun begitu, Sekalipun begitu, Sungguhpun demikian, Sungguhpun begitu’.
Contoh kalimat: “Biarpun demikian, Mame senantiasa menghargai pendapat orang lain di sekelilingnya"
b. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya.
Contoh kata hubungnya seperti ‘Sesudah itu, Setelah itu, Selanjutnya, Berikutnya’.
Contoh kalimat: “ Roni begadang sepanjang malam. Setelah itu, ia tidak bisa bangun sampai siang hari”
c) Konjungsi antarkalimat yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar yang telah dinyatakan sebelumnya.
f. Konjungsi subordinatif hasil
Konjungsi yang menyatakan salah satu unsur klausa merupakan hasil klausa sebelumnya. Contohnya sehingga, maka(nya).
Contoh kalimat konjungsi subordinatif hasil: “Anis jatuh dari motor sehingga membuatnya patah tulang”
g. Konjungsi subordinatif sebab
Fungsinya menyatakan adanya hubungan sebab di antara dua klausa. Contohnya karena, oleh karena, sebab.
Contoh kalimat konjungsi subordinatif sebab: “Janggar ketinggalan bus karena terlambat bangun”
h. Konjungsi subordinatif untuk komplementasi
Fungsinya menerangkan suatu klausa merupakan pelengkap klausa sebelumnya. Contohnya kata ‘bahwa’.
Contoh kalimat konjungsi subordinatif komplementasi: “ Wowo menyebut bahwa bukunya akan laris manis”
i. Konjungsi subordinatif cara
Fungsinya menjelaskan bahwa suatu klausa adalah cara dari sebuah kegiatan yang dijelaskan sebelumnya. Contohnya kata ‘dengan, tanpa’.
Contoh kalimat konjungsi subordinatif cara: “Hari ini, Mahmud belajar memasak dengan bahan seadanya.
j. Konjungsi subordinatif perbandingan
Fungsinya menyatakan adanya hubungan perbedaan atau kesamaan di antara dua klausa. Contohnya kata ‘lebih dari, sama dengan’.
Contoh kalimat konjungsi subordinatif perbandingan: “Raka menjadi murid terganteng di kelas, lebih dari Imin yang menjadi seorang model.
3. Konjungsi Korelatif
Konjungsi korelatif adalah penghubung dua kata, frasa, atau klausa yang kedua unsurnya memiliki fungsi sintaksis sama atau setara. Contoh jenis konjungsi ini seperti ‘jangankan… pun…’, ‘bukannya… melainkan…’, ‘bukan… hanya…’, dan lainnya.
Contoh penggunaan konjungsi korelatif:
-Geri tidak hanya kalah telak, tetapi juga menjadi pasangan paling malang dalam sejarah pemilihan OSIS.
-Bukannya tidak ingin masuk sekolah, melainkan tidak punya uang untuk membayar SPP.
-Jangankan membentak, berbicara pun dia malu-malu.
4. Konjungsi Antarkalimat
Konjungsi ini menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain. Konjungsi antarkalimat selalu digunakan di awal kalimat baru yang ditandai dengan huruf kapital dan diikuti tanda koma.
Contoh konjungsi antarkalimat:
a. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan pertentangan dengan kalimat sebelumnya.
Contoh kata sambungnya seperti ‘Biarpun demikian, Sekalipun demikian, Walaupun demikian, Walaupun begitu, Meskipun demikian, Meskipun begitu, Sekalipun begitu, Sungguhpun demikian, Sungguhpun begitu’.
Contoh kalimat: “Biarpun demikian, Mame senantiasa menghargai pendapat orang lain di sekelilingnya"
b. Konjungsi antarkalimat yang menyatakan kelanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya.
Contoh kata hubungnya seperti ‘Sesudah itu, Setelah itu, Selanjutnya, Berikutnya’.
Contoh kalimat: “ Roni begadang sepanjang malam. Setelah itu, ia tidak bisa bangun sampai siang hari”
c) Konjungsi antarkalimat yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar yang telah dinyatakan sebelumnya.
Lihat Juga :