Ornamen Header
Siswa di 30 Desa di Jabar Dapat Akses Internet Gratis
Siswa di 30 Desa di Jabar Dapat Akses Internet Gratis
Siswa dari 30 desa di Jawa Barat bakal mendapatkan akses internet gratis dari PT Telkom Jawa Barat. Foto/Arif Budianto
BANDUNG - Siswa dari 30 desa di Jawa Barat bakal mendapatkan akses internet gratis dari PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Jawa Barat. Program ini akan mulai diberikan secara bertahap ke sejumlah daerah di Jawa Barat.

EVP Regional III PT Telekomunikasi Indonesia M. Khamdan mengatakan, bantuan ini merupakan program Bebas Belajar Online Bersama Wifi.id dan IndiHome Study yang merupakan salah satu inisiatif Telkom Jabar. Tujuannya, mendukung kemudahan masyarakat Jawa Barat dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh.

Namun, program penyediaan layanan internet secara gratis bagi para pelajar ini, dikhususkan bagi siswa kurang mampu. Sehingga mereka mendapatkan layanan internet gratis agar dapat mengikuti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). (Baca juga: 1.410 Sekolah Sudah Lakukan Belajar Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning)

“Kami sangat mengapresiasi semangat belajar para penerus bangsa dimanapun berada, oleh karenanya kami ingin mewujudkan cita-cita para mereka.” ujar M Khamdan, Jumat (14/8/2020).



Sebagai tahap awal, program Bebas Belajar Online Bersama Wifi.id dan IndiHome Study akan diimplementasikan di 30 desa di Jabar. Di antaranya Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cirebon, Karawang, Sukabumi, dan Tasikmalaya. Ada 5 desa dari masing-masing wilayah tersebut yang akan mendapatkan akses layanan internet secara gratis bagi para pelajar yang kurang mampu. (Baca juga: Guru Diingatkan PJJ Jangan Terlalu Membebani Siswa)

Nantinya, para pelajar mendapatkan akses internet dan voucher IndiHome Study secara gratis di lokasi kantor desa yang telah terpasang Access Point Wifi.id. Telkom menyediakan akses kecepatan internet hingga 100 Mbps melalui SSID indihomestudy@wifi.id tanpa password.

“Dengan program ini, kami berharap dapat terus membangkitkan semangat belajar siswa di tengah pandemi, sehingga program pemerintah dalam mewujudkan Program Pembelajaran Jarak Jauh dapat dengan mudah diimplementasikan dimana saja,” tutup Khamdan.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!