Rincian Biaya Publikasi Sejumlah Jurnal Scopus, Ada Juga yang Gratis Loh

Sabtu, 16 Maret 2024 - 09:27 WIB
loading...
Rincian Biaya Publikasi...
Scopus masih menjadi standar tertinggi dari publikasi jurnal internasional di Indonesia yang ditargetkan oleh para dosen. Publikasi artikel ilmiah ke dalam jurnal dikenal tidak gratis, termasuk jurnal Scopus. Foto ilustrasi/Ist
A A A
JAKARTA - Ini rincian biaya publikasi jurnal Scopus yang perlu diketahui dosen maupun mahasiswa. Scopus masih menjadi standar tertinggi dari publikasi jurnal internasional di Indonesia yang ditargetkan oleh para dosen.

Publikasi artikel ilmiah ke dalam jurnal dikenal tidak gratis, termasuk jurnal Scopus. Lalu berapa biaya publikasi ke jurnal Scopus? Artikel kali ini akan membahasnya, simak ya!

Biaya Publikasi Jurnal Scopus


Merangkum dari berbagai sumber, biaya yang ditetapkan pengelola jurnal memang cukup beragam. Hanya saja sejauh ini rata-rata biayanya di angka Rp3 jutaan sampai Rp15 jutaan. Namun, ada yang di bawah maupun di atas biaya rata-rata ini.

Sejumlah Daftar Jurnal Terindeks Scopus dan Biaya Publikasinya:


1. Periodico Tche Química Biaya: USD250 (Rp3,7 juta)

2. Jurnal Pengurusan (UKM Journal of Management) Biaya: RM300 (Rp1 juta)

3. Safety MDPI (Q2) Biaya: Rp3 juta – Rp15 juta

4. Journal of Ecological Engineering (Q2) Biaya: Rp3 juta– Rp15 juta

5. Polish Journal of Environmental Studies (Q2) Biaya: Rp3 juta– Rp15 juta

6. International Journal of Conservation Science (IJCS) (Q1) Biaya: 200 Euro (Rp3 juta)

Baca juga: Jumlah Publikasi Jurnal Ilmiah Terindeks Scopus asal Indonesia Tahun ke Tahun, Naik Atau Turun?

Pengelola jurnal internasional bereputasi kadang kala juga menetapkan biaya tambahan. Misalnya untuk biaya proofreading atau penyempurnaan bahasa dalam artikel yang di submit oleh penulis.

Selain itu, rata-rata biaya publikasi baru dibayarkan setelah status artikel yang di submit memang diterima. Jika sebelum submit artikel sudah dimintai untuk membayar biaya publikasi maka ada kemungkinan jurnal tersebut predator.

Namun, meskipun begitu beberapa pengelola jurnal memiliki kebijakan tersendiri dalam menetapkan kapan biaya publikasi harus dibayarkan oleh penulis. Oleh sebab itu, silakan membaca informasi yang tercantum di website jurnal yang dipilih dengan seksama.

Publikasi Jurnal Scopus Ada yang Gratis


DIkutip dari publikasiindonesia.id jurnal yang terindeks di Scopus tidak semuanya berbayar. Sehingga ada juga yang gratis, penulis seperti dosen dan peneliti tidak akan dikenakan biaya apapun.

Meskipun begitu, tidak semua jurnal yang terindeks di database bereputasi ini gratis. Selain itu, jurnal yang tidak membebankan biaya publikasi biasanya punya standar lebih tinggi, proses penyaringan artikel lebih ketat, dan masa review yang panjang antara 1-2 tahun.

Konsepnya sama seperti di dunia penerbitan. Jika kamu memiliki naskah buku siap terbit dan menyasar penerbit mayor agar tidak terbebani biaya penerbitan. Maka harus siap dengan seleksi dan persaingan ketat, ada pula risiko naskah ditolak karena dianggap kurang layak terbit.

Pengelola jurnal internasional bereputasi pun demikian. Jika kamu ingin menghindari biaya publikasi jurnal Scopus yang dikenal tinggi maka bisa mencari jurnal gratis. Namun, harus siap dengan segala prosedurnya yang ketat dan memakan waktu lama.

Lalu, apakah dengan memilih jurnal berbayar dijamin diterima dan terbit? Jawabannya tetap tidak. Scopus sendiri memiliki perangkingan, semakin tinggi rangking jurnal tersebut di database ini.

Maka semakin ketat proses penerimaan artikel, hal ini sejalan juga dengan biaya publikasinya. Setiap pengelola jurnal menetapkan besaran biaya publikasi berbeda-beda. Silakan mengecek informasi yang tercantum di website resminya atau menghubungi kontak pengelola.
(wyn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Kolaborasi Dosen dan...
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah
LKTI Expo SMAI Alazka...
LKTI Expo SMAI Alazka 2025, Tumbuhkan Budaya Ilmiah di Kalangan Pelajar
Sukses Gelar Research...
Sukses Gelar Research Week, Untar Publikasikan Lebih dari 2.000 Karya Ilmiah
Mahasiswa Asal Rwanda...
Mahasiswa Asal Rwanda Ini Lulus Studi Doktor di ITS dengan 7 Publikasi Scopus
SMA Progresif Bumi Shalawat...
SMA Progresif Bumi Shalawat Gelar PSIE 7.0, Tampilkan 30 Karya Ilmiah Siswa
Balik Nama Sertifikat...
Balik Nama Sertifikat Tanah dari Orang Tua ke Anak, Ini Prosedur dan Biayanya
Beban Operasional Melonjak,...
Beban Operasional Melonjak, Gapasdap Minta Pemerintah Selamatkan Industri Penyeberangan
Kasus (Tudingan) Ijazah...
Kasus (Tudingan) Ijazah Palsu Jokowi: Lakukan Cross Examination
Rekomendasi
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Berita Terkini
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Pengumuman Hasil Seleksi...
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dirilis, Cek Akun SSCASN!
IPB University Akan...
IPB University Akan Buka Jalur RPL untuk Penerimaan Mahasiswa Baru S1 dan Pascasarjana
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved