Perkenalkan Septia Sari, Wisudawan Terbaik Sarjana Terapan ITS dengan IPK 3,82
Sabtu, 20 April 2024 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Pengalaman magang tersebut menjadi titik awal pemacu semangatnya untuk menempuh karir di dunia statistik, terlebih hal itu sesuai dengan minatnya. “Saat itu ditempatkan di bagian entry data dan validasi sensus penduduk, banyak ilmu dan wawasan baru yang saya dapatkan,” ungkapnya.
Septi mengatakan bahwa pengalaman magang pertamanya menjadi nilai plus baginya untuk mencoba magang di tempat lain. Selanjutnya, ketika di ITS, alumnus SMAN 1 Malang ini juga berkesempatan mengikuti Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB).
Saat itu, ia berhasil lolos untuk magang di PT Indekstat Konsultan Indonesia sebagai analis riset survei. Semua pencapaiannya tersebut tidak luput dari komitmennya dalam menekuni studi di ITS. Ia mengaku jenjang karier yang dirajutnya berangkat dari penelitian tugas akhir (TA) yang mengkaji persoalan quality control industri perkebunan. Hal itulah yang membawanya pada posisi kerja saat ini sebagai analis riset di perusahaan tempatnya magang sebelumnya.
Namun, Septi juga menyampaikan bahwa perjalanannya untuk sampai di titik ini tidaklah mudah. Ia bercerita bahwa dirinya kerap kali mengalami kendala dalam beradaptasi di lingkungan baru.
“Saat awal masuk ITS sebagai mahasiswa (lanjutan) harus beradaptasi dengan kebijakan dan lingkungan baru,” ungkap mahasiswi kelahiran Malang, 20 September 2000 tersebut.
Septi mengatakan bahwa pengalaman magang pertamanya menjadi nilai plus baginya untuk mencoba magang di tempat lain. Selanjutnya, ketika di ITS, alumnus SMAN 1 Malang ini juga berkesempatan mengikuti Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB).
Saat itu, ia berhasil lolos untuk magang di PT Indekstat Konsultan Indonesia sebagai analis riset survei. Semua pencapaiannya tersebut tidak luput dari komitmennya dalam menekuni studi di ITS. Ia mengaku jenjang karier yang dirajutnya berangkat dari penelitian tugas akhir (TA) yang mengkaji persoalan quality control industri perkebunan. Hal itulah yang membawanya pada posisi kerja saat ini sebagai analis riset di perusahaan tempatnya magang sebelumnya.
Namun, Septi juga menyampaikan bahwa perjalanannya untuk sampai di titik ini tidaklah mudah. Ia bercerita bahwa dirinya kerap kali mengalami kendala dalam beradaptasi di lingkungan baru.
“Saat awal masuk ITS sebagai mahasiswa (lanjutan) harus beradaptasi dengan kebijakan dan lingkungan baru,” ungkap mahasiswi kelahiran Malang, 20 September 2000 tersebut.
Lihat Juga :