10 Kampus dengan Jurusan Farmasi Terbaik di Indonesia Versi Scimago 2024, Unair dan UI Memimpin
Kamis, 02 Mei 2024 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
10. Universitas Pelita Harapan (UPH) rangking 2.752
Baca juga: Mahasiswa, Ini Perbedaan Jurusan Kuliah Farmasi dengan Apoteker
Dalam bidang pekerjaan ini, kamu biasanya akan ditempatkan pada posisi research and development. Pekerjaan pengembangan produk tersebut dilakukan mulai dari skala laboratorium hingga produksi. Dikutip campus.quipper.com, dengan pekerjaan ini kamu bisa mendapatkan gaji kisaran Rp3-8 juta.
Selain di industri, lulusan jurusan farmasi juga bisa membantu pengembangan ilmu farmasi melalui penelitian. Rata-rata gaji peneliti bidang farmasi sendiri berkisar antara Rp6 juta hingga 7juta.
Hampir semua bidang keilmuan bisa memberi kesempatan berkarier menjadi tenaga pengajar. Jika kamu berniat mengembangkan ilmu farmasi, kamu bisa mengambil pekerjaan sebagai tenaga pengajar, misalnya dosen di suatu universitas. Untuk gaji kamu bisa mengantongi rata-rata Rp3-7 juta, bergantung pada keahlian, jam mengajar, dan atau ketetapan sebagai dosen.
Setelah lulus mengikuti pendidikan profesi, lulusan farmasi bisa melamar di apotek, rumah sakit, maupun laboratorium klinik. Pekerjaan tersebut merupakan bidang utama yang disasar oleh lulusan farmasi.
Bahkan jika bisa berkembang lebih baik, kamu bisa membuka apotek sendiri. Gaji di apotek, rumah sakit, maupun laboratorium klinik mungkin berbeda-beda namun secara umum berkisar antara Rp4 hingga Rp8 juta.
Sebagian besar lulusan perguruan tinggi diajak untuk bekerja di lembaga pemerintahan, tak terkecuali lulusan Jurusan farmasi. Misalnya dengan bekerja di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Untuk gaji sendiri, karena di lembaga pemerintahan akan bergantung pada statusnya sebagai pegawai PNS atau non PNS.
Baca juga: Mahasiswa, Ini Perbedaan Jurusan Kuliah Farmasi dengan Apoteker
Peluang Kerja Menjanjikan Jurusan Farmasi
1. Industri di Perusahaan
Dalam bidang pekerjaan ini, kamu biasanya akan ditempatkan pada posisi research and development. Pekerjaan pengembangan produk tersebut dilakukan mulai dari skala laboratorium hingga produksi. Dikutip campus.quipper.com, dengan pekerjaan ini kamu bisa mendapatkan gaji kisaran Rp3-8 juta.
2. Peneliti Farmasi
Selain di industri, lulusan jurusan farmasi juga bisa membantu pengembangan ilmu farmasi melalui penelitian. Rata-rata gaji peneliti bidang farmasi sendiri berkisar antara Rp6 juta hingga 7juta.
3. Dosen
Hampir semua bidang keilmuan bisa memberi kesempatan berkarier menjadi tenaga pengajar. Jika kamu berniat mengembangkan ilmu farmasi, kamu bisa mengambil pekerjaan sebagai tenaga pengajar, misalnya dosen di suatu universitas. Untuk gaji kamu bisa mengantongi rata-rata Rp3-7 juta, bergantung pada keahlian, jam mengajar, dan atau ketetapan sebagai dosen.
4. Apotek, Rumah Sakit, dan Laboratorium Klinik
Setelah lulus mengikuti pendidikan profesi, lulusan farmasi bisa melamar di apotek, rumah sakit, maupun laboratorium klinik. Pekerjaan tersebut merupakan bidang utama yang disasar oleh lulusan farmasi.
Bahkan jika bisa berkembang lebih baik, kamu bisa membuka apotek sendiri. Gaji di apotek, rumah sakit, maupun laboratorium klinik mungkin berbeda-beda namun secara umum berkisar antara Rp4 hingga Rp8 juta.
5. Lembaga Pemerintahan
Sebagian besar lulusan perguruan tinggi diajak untuk bekerja di lembaga pemerintahan, tak terkecuali lulusan Jurusan farmasi. Misalnya dengan bekerja di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Untuk gaji sendiri, karena di lembaga pemerintahan akan bergantung pada statusnya sebagai pegawai PNS atau non PNS.
(wyn)
Lihat Juga :