Cegah Penyalahgunaan Data Pribadi di Dunia Maya, Begini Caranya
Jum'at, 07 Juni 2024 - 13:48 WIB
loading...
A
A
A
Sekolah yang menggelar nobar diskusi online di Kabupaten Kampar, Riau, di antaranya: SMPN 3 Bonai Darussalam, SMAN 2 Tapung Hilir, SMAN 2 Tambang, SMAN 1, SMAN 2 Bangkinang Kota, SMAN 1 Kampar Timur, SMAN IT Al-Utsaimin Bangkinang, SMAN 1 Kampar, SMA IT Bangkinang, dan SMA 3 Tapung Hulu.
Nara sumber lain, pegiat literasi digital Indonesia Moh. Rouf Azizi mengatakan, tingkat penetrasi internet yang tinggi di Indonesia menuntut kehati-hatian pengguna terhadap munculnya ancaman keamanan digital.
”Dengan 220 juta pengguna internet (2024), Indonesia termasuk negara dengan potensi besar di dunia digital. Potensi ini dapat dijadikan algoritma tertentu dan dimanfaatkan pasar global,” jelas Moh. Rouf Azizi.
Sementara instruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional Wedi Hartoyo mengingatkan peserta diskusi untuk senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap penipuan digital, seperti scam, spam, phising, dan hacking.
”Scam memanfaatkan empati dan kelengahan kita, adapun spam berupa informasi mengganggu yang berbentuk iklan secara halus. Baik berupa pemalsuan data, penipuan atau pencurian data yang dilakukan bertubi-tubi atau berulang-ulang,” pungkas Wedi Hartoyo.
Nara sumber lain, pegiat literasi digital Indonesia Moh. Rouf Azizi mengatakan, tingkat penetrasi internet yang tinggi di Indonesia menuntut kehati-hatian pengguna terhadap munculnya ancaman keamanan digital.
”Dengan 220 juta pengguna internet (2024), Indonesia termasuk negara dengan potensi besar di dunia digital. Potensi ini dapat dijadikan algoritma tertentu dan dimanfaatkan pasar global,” jelas Moh. Rouf Azizi.
Sementara instruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional Wedi Hartoyo mengingatkan peserta diskusi untuk senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap penipuan digital, seperti scam, spam, phising, dan hacking.
”Scam memanfaatkan empati dan kelengahan kita, adapun spam berupa informasi mengganggu yang berbentuk iklan secara halus. Baik berupa pemalsuan data, penipuan atau pencurian data yang dilakukan bertubi-tubi atau berulang-ulang,” pungkas Wedi Hartoyo.
(wyn)
Lihat Juga :