Mahasiswa IPDN-UMK Jalani KKN Tematik di Kudus, Mendata Kemiskinan dan Stunting

Jum'at, 14 Juni 2024 - 12:53 WIB
loading...
Mahasiswa IPDN-UMK Jalani...
Pelepasan 178 mahasiswa UMK yang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2024 di Pendopo Kabupaten Kudus. Foto/SINDOnews.
A A A
KUDUS - Ratusan mahasiswa IPDN dan UMK menjalani KKN Tematik di 38 desa di kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan diterjunkan untuk mendata stunting dan angka kemiskinan.

Pj Bupati Kudus, M. Hasan Chabibie mengatakan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang digagas Universitas Muria Kudus (UMK) kali ini memiliki kaitan erat dengan persoalan-persoalan yang tengah dihadapi pemerintah daerah.

Baca juga: Cegah Perundungan, SMP 5 Kudus Buat Aplikasi SiAndung Esmaku

Mulai dari data stunting, persoalan angka kemiskinan ekstrem, dan persoalan-persoalan desa lain yang diharapkan akan ada campur tangan mahasiswa UMK dalam memecahkan masalah tersebut.

Dia mengatakan, stunting, kemiskinan, juga pengangguran itu telah menjadi isu nasional yang laju penurunan dan kenaikkannya itu dipantau oleh pemerintah pusat.

Adanya KKN Tematik yang langsung menerjunkan mahasiswa ini, ujarnya, diharapkan bisa memberikan data yang lebih presisi daripada data sampling dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Baca juga: Terapkan Kurikulum Merdeka, Anak Usia Dini Dikenali dengan Kuliner Khas Kudus

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Kudus tersebut mengungkapkan, pihaknya maupun Rektor UMK dalam hal ini hanya bisa bercerita tentang tentang masa lalu, mengingat usia mereka yang tidak lagi produktif.

“Akan tetapi adek-adek di sini semua masih muda, masih dalam usia produktif, oleh sebab itu, adek-adek semua bisa menawarkan masa depan yang lebih baik lagi. Maka manfaatkanlah kesempatan masa muda ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Sementara Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono berharap, dengan pelepasan mahasiswa ini akan memeberi warna yang semakin kaya, terutama dalam pendidikan luar kampus. Rektor juga berpesan agar menjadikan pengalaman selama KKN untuk lebih membuka fikiran dan wawasan guna menyerap pembelajaran, khususnya dari luar kampus.

“Pesan saya, jaga nama baik universitas, komunikasikan segala hal yang berkenaan yang sekiranya anda butuh konsultasi, serta mohon jaga jati diri UMK sebaik-baiknya, sehingga anda semua menyelesaikan KKN ini dengan baik,” tutur Rektor.

Dia menambahkan, UMK memiliki tiga jenis KKN yakni KKN reguler yang didesain sesuai dengan kebutuhan pengembangan UMK. Kedua KKN Tematik yang temanya terkait dengan kebutuhan masyarakat dan pihak yang bekerja sama dengan UMK. Lalu ada KKN Internasional yang sedang dalam tahap pengembangan.

Dia menjelaskan, total mahasiswa UMK yang ikut KKN Tematik di Kudus sebanyak 178 mahasiswa dan jumlah mahasiswa IPDN yang ikut KKN ada sekitar 450 mahasiswa.

Menurutnya, akan ada manfaat ganda dari KKN Tematik kali ini. Pertama mahasiswa akan bisa memberikan data menyangkut stunting dan kemiskinan secara riil kepada pemerintah.

Disamping itu, Darsono mengatakan upaya KKN ini diharapkan dapar menghasilkan pembaharuan maupun perbaikan data. Upaya ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi upaya yang dilakukan Pemda, terutama di Bappeda dan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana.

Manfaat kedua, ujar rektor, adalah adanya nilai-nilai akulturasi baru yang timbul dari interaksi antara mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan UMK yang berbeda tipologi.

"Sehingga akan menumbuhkan solidaritas sosial yang baru, nilai akulturasi baru, dan menumbuhkan kesadaran bahwa Indonesia ini memang beraneka ragam, luas, dan besar," ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik ini akan dikonversi sebanyak 3 SKS.

Menurutnya, UMK selama ini sudah mengkonversi semua jenis kegiatan dan capaian mahasiswa dan disetarakan dan disesuaikan dengan mata kuliah.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Tuan Rumah EduTalk Youth Summit 2026, Bekali Ratusan Pelajar se-Jabodetabek
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Rektor UIN Jakarta Tekankan...
Rektor UIN Jakarta Tekankan Dosen Hebat Kunci Lahirnya Mahasiswa Berkualitas dan Adaptif
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Rekomendasi
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved