Diskusi Literasi Digital Kemkominfo, Warga Pagar Alam Diajak Jadi Netizen Bijak
Minggu, 30 Juni 2024 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, agar sukses melakukan branding, menurut Tri Suaka, warganet harus menentukan tiga hal utama, yakni tujuan (goal), audiens, dan konten. ”Tentukan tujuan yang ingin dicapai dalam mem-branding diri.
Misalnya, ingin jadi influencer-kah, atau ahli bidang profesi tertentu,” tegas Tri. Kemudian, warganet perlu menetapkan target audiens yang ingin disasar atau dijangkau. ”Misalnya apakah pencinta musik, atau ibu-ibu yang suka masak? Yang pasti, jenis konten yang dibagikan akan berbeda,” tandas Tri Aji Suaka.
Tri Suaka menambahkan, pemilihan platform yang tepat juga dapat mencerminkan bentuk konten, dan jenis audiens yang diperoleh dalam bermedia sosial. Karena, setiap platform media sosial memiliki perbedaan karakter dan audiensnya.
”Instagram (visual dan lifestyle), Twitter (berita dan percakapan), YouTube (konten video panjang), Linkedin (jaringan profesional), TikTok (video pendek dan tren cepat), Facebook (audiens luas dan grup komunitas). Buat konten menarik, konten berkualitas, dan konsisten posting sesuai platform media sosial,” pungkas Tri.
Diskusi yang dimeriahkan dengan hiburan artis ibu kota ini, juga dihadiri sejumlah kelompok masyarakat (komunitas) di Pagar Alam. Di antaranya, Komunitas Trail Adventure, Himpunan Pariwisata Indonesia, Komunitas UMKM Dapur Rizig Pagar Alam, Komite Ekonomi Kreatif, Komunitas UMKM Aniasi, serta masyarakat Pagar Alam dan sekitarnya.
Misalnya, ingin jadi influencer-kah, atau ahli bidang profesi tertentu,” tegas Tri. Kemudian, warganet perlu menetapkan target audiens yang ingin disasar atau dijangkau. ”Misalnya apakah pencinta musik, atau ibu-ibu yang suka masak? Yang pasti, jenis konten yang dibagikan akan berbeda,” tandas Tri Aji Suaka.
Tri Suaka menambahkan, pemilihan platform yang tepat juga dapat mencerminkan bentuk konten, dan jenis audiens yang diperoleh dalam bermedia sosial. Karena, setiap platform media sosial memiliki perbedaan karakter dan audiensnya.
”Instagram (visual dan lifestyle), Twitter (berita dan percakapan), YouTube (konten video panjang), Linkedin (jaringan profesional), TikTok (video pendek dan tren cepat), Facebook (audiens luas dan grup komunitas). Buat konten menarik, konten berkualitas, dan konsisten posting sesuai platform media sosial,” pungkas Tri.
Diskusi yang dimeriahkan dengan hiburan artis ibu kota ini, juga dihadiri sejumlah kelompok masyarakat (komunitas) di Pagar Alam. Di antaranya, Komunitas Trail Adventure, Himpunan Pariwisata Indonesia, Komunitas UMKM Dapur Rizig Pagar Alam, Komite Ekonomi Kreatif, Komunitas UMKM Aniasi, serta masyarakat Pagar Alam dan sekitarnya.
Lihat Juga :