Puluhan Ribu Warga Hadiri Diskusi Literasi Digital di Arena Inhu Fest 2024
Minggu, 28 Juli 2024 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Dalam diskusi yang dikemas dengan format talkshow itu, Ade mengingatkan banyaknya kejadian kebocoran data di masa lalu yang masih menggunakan sistem penipuan acak. Yakni, para pelaku penipuan melakukan aksinya secara acak.
Mereka, sambung Ade, tidak memiliki informasi spesifik mengenai targetnya. Serangan penipuan di masa lalu bersifat umum dan kurang efektif, karena pelaku hanya mengandalkan keberuntungan untuk menemukan korban yang mudah ditipu.
”Bedanya, saat ini kebocoran data dan penipuan lebih bersifat terstruktur. Dampak kebocoran data, para pelaku kejahatan memiliki informasi yang lebih lengkap tentang target mereka, dan dapat menargetkan korban secara lebih akurat dan efektif,” ujar Ade.
Ade menambahkan, penipuan saat ini lebih terstruktur karena pelaku sudah memiliki data pribadi, nomor telepon, dan profil korban. Mereka dapat menyasar target yang lebih spesifik, dan dampak yang ditimbulkan pun kini lebih besar.
Mereka, sambung Ade, tidak memiliki informasi spesifik mengenai targetnya. Serangan penipuan di masa lalu bersifat umum dan kurang efektif, karena pelaku hanya mengandalkan keberuntungan untuk menemukan korban yang mudah ditipu.
”Bedanya, saat ini kebocoran data dan penipuan lebih bersifat terstruktur. Dampak kebocoran data, para pelaku kejahatan memiliki informasi yang lebih lengkap tentang target mereka, dan dapat menargetkan korban secara lebih akurat dan efektif,” ujar Ade.
Ade menambahkan, penipuan saat ini lebih terstruktur karena pelaku sudah memiliki data pribadi, nomor telepon, dan profil korban. Mereka dapat menyasar target yang lebih spesifik, dan dampak yang ditimbulkan pun kini lebih besar.
(wyn)
Lihat Juga :