Karakter Gen-Z di Era Digital, Miliki Perhatian Pendek tapi Peduli Isu Sosial
Sabtu, 24 Agustus 2024 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
”Peran orang tua dan guru dalam membimbing dan mengawasi penggunaan teknologi, membentuk aturan penggunaan teknologi yang sehat di rumah dan sekolah. Mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum dan aktivitas ekstrakurikuler hingga mengadakan workshop dan seminar tentang etika digital,” tutup Dermawati di hadapan pelajar yag mengikuti nobar diskusi dari sekolah masing-masing.
Sejumlah sekolah yang menggelar nobar diskusi online di Kabupaten Lampung Utara dan sekitarnya, antara lain: SMPN 1 Tanjung Raja, SMPN 3 Tanjung Raja, SMPN 1 Abung Barat, SMPN 2 Abung Semuli, dan SMPN 1 Abung Selatan.
Dari sudut pandang budaya digital, Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo M. Adhi Prasnowo mengatakan, Gen-Z perlu pemahaman multikulturalisme dan pluralisme yang membutuhkan upaya pendidikan sejak dini.
”Selain itu, perlu juga meningkatkan kemampuan membangun mindfulness communication atau komunikasi sadar yang dibangun dari prinsip kejujuran dan ketulusan, serta komunikasi yang saling memanusiakan,” jelas M. Adhi Prasnowo.
Sekretaris Yayasan Pendidikan Cendekia Utama Meithiana Indrasari menambahkan, Gen-Z perlu mengenal dan memahami adanya hak dan tanggung jawab di dunia digital. ”Menjaga hak-hak atau reputasi orang lain. Menjaga keamanan nasional, ketertiban masyarakat, atau kesehatan dan moral publik,” tegasnya.
Sejumlah sekolah yang menggelar nobar diskusi online di Kabupaten Lampung Utara dan sekitarnya, antara lain: SMPN 1 Tanjung Raja, SMPN 3 Tanjung Raja, SMPN 1 Abung Barat, SMPN 2 Abung Semuli, dan SMPN 1 Abung Selatan.
Dari sudut pandang budaya digital, Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo M. Adhi Prasnowo mengatakan, Gen-Z perlu pemahaman multikulturalisme dan pluralisme yang membutuhkan upaya pendidikan sejak dini.
”Selain itu, perlu juga meningkatkan kemampuan membangun mindfulness communication atau komunikasi sadar yang dibangun dari prinsip kejujuran dan ketulusan, serta komunikasi yang saling memanusiakan,” jelas M. Adhi Prasnowo.
Sekretaris Yayasan Pendidikan Cendekia Utama Meithiana Indrasari menambahkan, Gen-Z perlu mengenal dan memahami adanya hak dan tanggung jawab di dunia digital. ”Menjaga hak-hak atau reputasi orang lain. Menjaga keamanan nasional, ketertiban masyarakat, atau kesehatan dan moral publik,” tegasnya.
(wyn)
Lihat Juga :