Universitas Budi Luhur Luncurkan Prodi Pariwisata, Ini Keunggulannya
Kamis, 29 Agustus 2024 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Tagline "Kuliah Jalan-Jalan, Lulus Jadi Ahli" memberikan gambaran bahwa Prodi Pariwisata UBL menjadi prodi yang menerapkan model perkuliahan yang sangat menyenangkan. “Para mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk mengikuti field trip ke destinasi super prioritas di Indonesia serta kunjungan studi ke tiga negara, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Lebih lanjut Dekan mengatakan pembukaan Prodi Pariwisata merupakan langkah yang sangat strategis mengingat kebutuhan SDM pariwisata di Indonesia yang masih sangat tinggi. “Data yang saya peroleh dari asosiasi menyebutkan saat ini kita membutuhkan sekitar 300 ribu tour leader. Sedang kita baru ada sekitar 1.200 tour leader dimana hanya 900-an saja yang memiliki sertikat kompetensi,” jelasnya.
Tidak hanya peluang kerja yang masih terbuka lebar, industri pariwisata diakui Prof Selamet juga menawarkan penghasilan yang menggiurkan bagi SDM pariwisata. “Sebagai gambaran, seorang tour leader sekali jalan bisa mendapatkan insentifnya minimal Rp7,5 juta,” tuturnya.
Sementara itu Kaprodi Pariwisata Dody Wihardi mengatakan untuk angkatan pertama, Prodi Pariwisata UBL hanya akan menerima 20 mahasiswa. Terbatasnya kuota ini diakui menjadi bagian dari komitmen UBL untuk menghasilkan SDM yang benar-benar berkualitas dan professional di bidang pariwisata.
“Dari biaya total per semester Rp17.880.000, untuk angkatan pertama hanya membayar Rp5.400.000 dan itu berlaku flat. Sudah begitu, biayanya masih bisa dicicil 4 kali pembayaran,” pungkasnya.
Lebih lanjut Dekan mengatakan pembukaan Prodi Pariwisata merupakan langkah yang sangat strategis mengingat kebutuhan SDM pariwisata di Indonesia yang masih sangat tinggi. “Data yang saya peroleh dari asosiasi menyebutkan saat ini kita membutuhkan sekitar 300 ribu tour leader. Sedang kita baru ada sekitar 1.200 tour leader dimana hanya 900-an saja yang memiliki sertikat kompetensi,” jelasnya.
Tidak hanya peluang kerja yang masih terbuka lebar, industri pariwisata diakui Prof Selamet juga menawarkan penghasilan yang menggiurkan bagi SDM pariwisata. “Sebagai gambaran, seorang tour leader sekali jalan bisa mendapatkan insentifnya minimal Rp7,5 juta,” tuturnya.
Sementara itu Kaprodi Pariwisata Dody Wihardi mengatakan untuk angkatan pertama, Prodi Pariwisata UBL hanya akan menerima 20 mahasiswa. Terbatasnya kuota ini diakui menjadi bagian dari komitmen UBL untuk menghasilkan SDM yang benar-benar berkualitas dan professional di bidang pariwisata.
“Dari biaya total per semester Rp17.880.000, untuk angkatan pertama hanya membayar Rp5.400.000 dan itu berlaku flat. Sudah begitu, biayanya masih bisa dicicil 4 kali pembayaran,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :