Universitas Budi Luhur Luncurkan Prodi Pariwisata, Ini Keunggulannya
Kamis, 29 Agustus 2024 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai contoh, Rektor membandingkan antara destinasi wisata Phuket di Thailand dengan Bali. “Di Bali, wisata apa saja ada. Laut, gunung dan pusat hiburan semua ada. Tetapi mengapa jumlah wisatawannya jauh lebih kecil dibanding Phuket yang hanya menawarkan pantai? Ini ada apa?” tegasnya.
Selain itu, kunjungan wisatawan ke Indonesia yang durasinya lebih cepat juga menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku industri pariwisata. Rektor mengungkapkan adanya pengalaman-pengalaman kurang menyenangkan yang dialami wisatawan, meski itu hal yang boleh dibilang sangat sepele, akan membuat wisatawan kurang nyaman berkunjung ke Indonesia. “Hal sepele, hal kecil namun dampaknya luar biasa,” tambah Prof Agus.
Berbeda dengan prodi pariwisata yang diadakan perguruan tinggi pada umumnya, Prodi Pariwisata Universitas Budi Luhur jelas Rektor, menonjolkan kebudayaan sesuai nilai-nilai kebudiluhuran sebagai salah satu keunggulan utamanya.
Pendekatan ini memastikan bahwa para mahasiswa tidak hanya memahami aspek bisnis dan manajemen pariwisata, tetapi juga memiliki kesadaran budaya yang tinggi dan mampu mengangkat nilai-nilai budaya lokal dalam industri pariwisata.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB UBL Prof Dr Drs Selamet Riyadi mengatakan Prodi Pariwisata UBL dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan mendalam dalam bidang pariwisata, tetapi juga memiliki keahlian praktis sesuai bidang peminatan yang diambil, seperti pada bidang Manajemen Travel, Ekowisata, dan Industri Pariwisata.
Prodi Pariwisata UBL ini juga menunjukkan keunggulan lain seperti, mahasiswa Prodi Pariwisata ini akan memiliki Sertifikasi BNSP, sesuai bidang Pariwisata yang diminati.
“Program Studi Pariwisata Universitas Budi Luhur memberikan penekanan pada kajian dan analisis mendalam terkait berbagai aspek pariwisata. Namun demikian, program ini tetap memadukan teori dengan praktek, dengan rasio 60:40 sehingga para mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan mereka secara langsung di lapangan,” tegasnya.
Selain itu, kunjungan wisatawan ke Indonesia yang durasinya lebih cepat juga menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku industri pariwisata. Rektor mengungkapkan adanya pengalaman-pengalaman kurang menyenangkan yang dialami wisatawan, meski itu hal yang boleh dibilang sangat sepele, akan membuat wisatawan kurang nyaman berkunjung ke Indonesia. “Hal sepele, hal kecil namun dampaknya luar biasa,” tambah Prof Agus.
Berbeda dengan prodi pariwisata yang diadakan perguruan tinggi pada umumnya, Prodi Pariwisata Universitas Budi Luhur jelas Rektor, menonjolkan kebudayaan sesuai nilai-nilai kebudiluhuran sebagai salah satu keunggulan utamanya.
Pendekatan ini memastikan bahwa para mahasiswa tidak hanya memahami aspek bisnis dan manajemen pariwisata, tetapi juga memiliki kesadaran budaya yang tinggi dan mampu mengangkat nilai-nilai budaya lokal dalam industri pariwisata.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB UBL Prof Dr Drs Selamet Riyadi mengatakan Prodi Pariwisata UBL dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan mendalam dalam bidang pariwisata, tetapi juga memiliki keahlian praktis sesuai bidang peminatan yang diambil, seperti pada bidang Manajemen Travel, Ekowisata, dan Industri Pariwisata.
Prodi Pariwisata UBL ini juga menunjukkan keunggulan lain seperti, mahasiswa Prodi Pariwisata ini akan memiliki Sertifikasi BNSP, sesuai bidang Pariwisata yang diminati.
“Program Studi Pariwisata Universitas Budi Luhur memberikan penekanan pada kajian dan analisis mendalam terkait berbagai aspek pariwisata. Namun demikian, program ini tetap memadukan teori dengan praktek, dengan rasio 60:40 sehingga para mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan mereka secara langsung di lapangan,” tegasnya.
Lihat Juga :