Bedah Buku Inche Abdoel Moeis: Pejuang Nasionalis Tanpa Pamrih dari Kalimantan Timur
Kamis, 05 September 2024 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
“Buku ini tentang biografi ayahanda almarhum Inche Abdoel Moeis yang didasarkan oleh pengalaman dan kedekatan saya sebagai anak dengan seorang bapaknya serta wawancara dari kawan-kawan almarhum ayah saya sejak masa muda hingga masa akhirnya,” ugkap Emir Moeis.
Emir Moies juga menceritakan dalam buku biografi ini juga banyak diceritakan tentang bagaimana keterlibatan dari pemuda Kalimantan Timur dalam bidang diplomasi yang ujungnya bermuara pada pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimulai dari zaman Belanda, zaman peralihan, hingga zaman Orde Baru.
Menurut Emir, ayahnya juga memiliki visi agar pemuda Kaltim memiliki literasi serta kepedulian bahwa proses perjuangan tidak hanya berpusat di Jawa dan Sumatera, sehingga buku ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepercayaan diri warga Kaltim, khususnya kaum millenial atau GenZ.
Tidak hanya Emir, turut berpatisipasi sebagai pembicara di acara bedah buku ini, Muhammad Azmi M.Pd, dosen Fakultas Sejarah Universitas Mulawarman, yang memberikan perspektif akademis mengenai peran Inche Abdoel Moeis dalam konteks sejarah perjuangan nasional.
Muhammad Azmi menjelaskan bagaimana strategi dan dedikasi Inche Abdoel Moeis berkontribusi pada gerakan kemerdekaan di Kalimantan Timur dan bagaimana perjuangan lokal ini sejalan dengan upaya nasional untuk meraih kemerdekaan Indonesia.
“Perjuangan fisik sering kali terlihat heroik, namun perjuangan melalui jalur diplomasi sering kali tidak terlihat sama sekali. Padahal kedua usaha perjuangan inilah yang sama-sama dapat mempertahankan kemerdekaan kita. Berbicara mengenai hal ini, menurut saya, Inche Abdoel Moeis adalah sosok pejuang nasionalis dari Kalimantan Timur yang tidak kalah penting dan sosok yang berani maju atas restu dari ibunya untuk mewakili rakyat dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia, terutama di bidang diplomasi,” ungkap Azmi.
Emir Moies juga menceritakan dalam buku biografi ini juga banyak diceritakan tentang bagaimana keterlibatan dari pemuda Kalimantan Timur dalam bidang diplomasi yang ujungnya bermuara pada pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimulai dari zaman Belanda, zaman peralihan, hingga zaman Orde Baru.
Menurut Emir, ayahnya juga memiliki visi agar pemuda Kaltim memiliki literasi serta kepedulian bahwa proses perjuangan tidak hanya berpusat di Jawa dan Sumatera, sehingga buku ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepercayaan diri warga Kaltim, khususnya kaum millenial atau GenZ.
Tidak hanya Emir, turut berpatisipasi sebagai pembicara di acara bedah buku ini, Muhammad Azmi M.Pd, dosen Fakultas Sejarah Universitas Mulawarman, yang memberikan perspektif akademis mengenai peran Inche Abdoel Moeis dalam konteks sejarah perjuangan nasional.
Muhammad Azmi menjelaskan bagaimana strategi dan dedikasi Inche Abdoel Moeis berkontribusi pada gerakan kemerdekaan di Kalimantan Timur dan bagaimana perjuangan lokal ini sejalan dengan upaya nasional untuk meraih kemerdekaan Indonesia.
“Perjuangan fisik sering kali terlihat heroik, namun perjuangan melalui jalur diplomasi sering kali tidak terlihat sama sekali. Padahal kedua usaha perjuangan inilah yang sama-sama dapat mempertahankan kemerdekaan kita. Berbicara mengenai hal ini, menurut saya, Inche Abdoel Moeis adalah sosok pejuang nasionalis dari Kalimantan Timur yang tidak kalah penting dan sosok yang berani maju atas restu dari ibunya untuk mewakili rakyat dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia, terutama di bidang diplomasi,” ungkap Azmi.
Lihat Juga :